16 Februari 2017 | Oleh : humas

FGD Fahutan Unmul : Identifikasi Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) pada Skala Bentang Lahan di Provinsi Kalimantan Timur


FGD Fahutan Unmul : Identifikasi Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) pada Skala Bentang Lahan di Provinsi Kalimantan Timur

Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Identifikasi Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) pada Skala Bentang Lahan di Provinsi Kalimantan Timur” dengan tujuan untuk menyepakati konsep, definisi, istilah, kriteria dan aspek manajemen dari areal NKT dan yang terpenting adalah untuk memperoleh masukan dan saran penyempurnaan dari hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan.

FGD ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan di berbagai sektor terkait pengelolaan kawasan hutan dan kawasan pelestarian alam, pelaku usaha pertanian dan perkebunan, instansi pemerintah yang terkait, berbagai lembaga yang bekerja bersama masyarakat, akademisi dan perwakilan dari masyarakat yang mengelola kawasan adat dan kawasan perlindungan.

Secara umum, kegiatan identifikasi ini diharapkan dapat berkontribusi pada pencapaian kebijakan program pembangunan yang berkelanjutan di Kalimantan Timur. Secara khusus, dalam FGD ini akan difokuskan pada bagaimana hasil studi ini dapat memberi arahan indikatif kawasan (luas dan lokasi) yang berpotensi memiliki nilai konservasi tinggi dan pilihan upaya penyelamatannya. Lebih jauh lagi, dapat didiskusikan juga sejauh mana Provinsi Kalimantan Timur dapat mencapai target pembangunan berkelanjutan dengan menyelamatkan kawasan bernilai konservasi tinggi.

FGD ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fahutan Unmul, Dr. Irawan Wijaya Kusuma, S.Hut.,M.P, dan dilaksanakan di Ruang Meranti Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Kamis, 16 Februari 2017. Dihadiri oleh 31 perwakilan pemerintah, LSM, lembaga terkait dengan tema diatas. Selain itu pula hadir Senior Manager The Nature Conservancy (TNC), Saiful Rahman. Sebagai fasilitator yakni Panthom Sidi Priyandoko, S.Hut., serta Yohanes Budi Sulistioadi, S.Hut., M.Sc., M.S., Ph.D, sebagai Ketua Peneliti.

FGD ini juga menghadirkan pembicara Aisyah Sileuw, MSc, Presiden Direktur dan salah satu pendiri Daemeter Consulting, dimana perusahaan ini ialah konsultan independen terdepan yang mendorong tercapainya pembangunan berkelanjutan melalui pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab dan adil, terutama di negara-negara berkembang di Asia. Dengan kantor di Indonesia dan Amerika, kami menawarkan jasa profesional untuk membantu klien dan mitra kerja mencapai sasaran-sasaran sosial dan lingkungan mereka.

Yang perlu disampaikan juga fokus dari FGD ini ialah pertama, (1). Menyampaikan metode dan hasil studi pendahuluan (desk study) identifikasi kawasan bernilai konservasi tinggi (KBKT) pada skala bentang lahan Provinsi Kalimantan Timur, (2). Berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang kegiatan yang terkait dengan identifikasi kawasan bernilai konservasi tinggi (KBKT) yang dilakukan pada skala bentang lahan Kalimantan Timur, (3). Memperoleh masukan dan saran terhadap metode untuk menyempurnakan hasil identifikasi KBKT pada skala bentang lahan Provinsi Kalimantan Timur, (4). Merumuskan pendekatan yang paling baik untuk mengidentifikasi nilai konservasi tinggi yang terkait dengan kondisi sosial dengan budaya masyarakat lokal.

FGD ini berpola diskusi dan kemudian dibagi menjadi dua kelompok diskusi dengan masing-masing bahasan yakni Aspek Biofisik, dan Aspek Sosial Budaya. Yang kemudian hasil bahasan dari dua kelompok akan dijadikan masukan untuk Identifikasi Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) pada Skala Bentang Lahan terutama di Provinsi Kalimantan Timur yang akan dipergunakan untuk keperluan penelitian maupun bahan untuk pemerintah, lembaga serta perusahaan terkait. (hms/arc)

Facebook



Agenda Kegiatan

Agenda Selengkapnya

Twitter