21 Desember 2016 | Oleh : Humas Unmul

Visiting World Class Professor di Unmul


Visiting World Class Professor di Unmul

Rabu (21/12), Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si beserta jajaran menerima kedatangan Rachmadian Wulandana, Ph.D dari State University of New York (SUNY) New Paltz (USA). Kehadirannya di kampus tertua di benua etam ini dalam rangka memberikan Kuliah Umum dan Diskusi berkaitan dengan topik riset dan pengembangan enerji terbarukan.

Kegiatan yang bertemakan “Visiting World Class Professor” merupakan inisiasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti). Unmul menjadi salah satu Universitas dari 29 Perguruan Tinggi se-Indonesia yang berkesempatan menerima kunjungan dari para Profesor/Ilmuan Diaspora Indonesia yang bermukim di Luar Negeri.

Dalam laporannya, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Mustofa Agung Sardjono menyampaikan tujuan dari kegiatan ini. “Kegiatan Kemenristekdikti ini menjadi salah satu program strategis kementerian dalam rangka sebagai salah satu upaya mengangkat kualitas dan mempromosikan PT khususnya ke tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.

Dalam acara yang terselenggara di Ruang Rapat Rektorat Unmul ini, Prof. Agung menambahkan, ada sebanyak 41 ilmuan Diaspora dari berbagai negara yang turut berpartisipasi. “Manfaatnya adalah terbentuknya jaringan keilmuan Indonesia secara global serta terbukanya kesempatan bagi akademisi maupun peneliti dalam negeri untuk menulis jurnal internasional bersama para ilmuan Diaspora Indonesia,” tutur Guru Besar Fakultas Kehutanan Unmul ini.

Setali tiga uang, Rektor Unmul sangat mengapresiasi kegiatan ini dalam rangka meningkatan mutu dan jumlah jurnal Internasional bagi Unmul. “Mari kita manfaatkan penuh kegiatan ini. Kehadiran pak Rachmadian semoga bisa membantu dalam mewujudkan visi Unmul menjadi world class university,” sebutnya.

Jangan kalah sebelum berperang, tambah Rektor. “Taget kita jika bisa satu bulan dari hari ini sudah ada tulisan yang dikirim ke pak Rachmadian untuk diperiksa,” imbuhnya.

Lebih dari itu, program ini diharapkan menjadi wadah yang mampu mengobati rasa rindu dan keinginan para ilmuan atau profesor Diaspora untuk memberikan sumbangsih bagi Ibu Pertiwi. (hms/rob)

Facebook



Agenda Kegiatan

Agenda Selengkapnya

Twitter