Workshop Penyusunan Pedoman Penulisan Karya Ilmiah


Bertempat di Ruang Rapat Satu Lantai Tiga Rektorat, Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M), Universitas Mulawarman (Unmul) mengundang perwakilan fakultas guna menghadiri Workshop Penyusunan Pedoman Penulisan Karya Ilmiah.

Mewakili Wakil Rektor Bidang Akademik, Ir. Suyadi, M.S., Ph.D memaparkan bahwa agenda inti acara ini bertujuan membentuk sebuah dokumen yang berisi panduan penulisan karya ilmiah khususnya Skripsi, laporan Praktek Kuliah Lapangan (PKL) atau Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) hingga penulisan Tesis dan Disertasi.   

Selain berpatokan pada teknis penulisan, nantinya, menurut Staf Khusus Wakil Rektor Bidang Akademik tersebut, pada penulisan karya ilmiah di Unmul harus menunjukan ciri khas kekhususan yang juga menjadi pedoman bagi semua mahasiswanya. “Jika itu berhasil dijalankan, berarti variasi laporan karya ilmiah kita mulai skripsi tesis dan disertasi akan punya model yang baku. Sehingga jika diunggah di Repository akan menjadi sangat konsisten,” imbuhnya.

Etika dalam menulis karya ilmiah, diakui dosen dari Fakultas Pertanian itu perlu pula diperhatikan, karena bisa menghindari dari penilaian plagiasi. “Jika kita tidak mengikuti etik penulisan ilmiah maka nantinya bisa dianggap masalah dan dianggap autoplagiasi jadi itu tetap akan salah. Semoga dengan workshop karya ilmiah ini kita bisa memiliki panduan yang khas untuk Unmul dan kita pedomani bersama,” tambahnya.

Selain itu, diungkapkannya, latar belakang lulusan para dosen Unmul dari berbagai universitas di dalam dan luar negeri yang berbeda-beda, akan memiliki nuansa dan variasi yang bermanfaat pada penyusunan pedoman ini, dari pengalaman-pengalaman tersebut, jika disatukan akan memberikan sumbangsih hasil yakni sebuah pedoman penulisan yang baik.

“Implementasinya nanti ketika melakukan bimbingan ke mahasiswa di universitas ini, maka kita akan kembali merujuk pada panduan yang sudah disepakati, Sehingga menjadi panduan kita bersama untuk membimbing mahasiswa kita dari semua jenjang pendidikan,” terangnya. Panduan ini juga diharap bisa menjadi poin dalam menyempurnakan predikat universitas yang saat ini berakreditasi A. (hms/frn)