Visi Unmul Capai WCU di Bahas dalam Sebuah Talkshow


Mencapai universitas berstandar internasional atau World Class University (WCU) menjadi perbincangan hangat civitas akademika Universitas Mulawarman (Unmul) dalam sebuah gelaran Talkshow. Dengan tema Unmul’s Vision: How’s It Effectively Reached? atau bagaimana mencapai secara efektif visi Unmul dalam bahasa Indonesia itu, Unmul mengundang para alumni terbaiknya yang kini menduduki jabatan strategis di daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Dr. Ir. H. Rusmadi Wongso, M.S bersama Walikota Balikpapan, H. Rizal Effendi, S.E  yang duduk satu meja secara bergantian menyampaikan gagasannya, di Ruang Serbaguna Lantai Empat Rektorat Unmul. Selasa, (19/09). Panitia sebelumnya juga telah mengundang satu tokoh Kaltim lain, yakni Ir. H. Isran Noor, M.Si. Namun karena jadwal penerbangan yang bersamaan dengan Talkshow, Ketua IKA Unmul tersebut tidak dapat hadir.  

Visi Unmul untuk menjadi WCU menurut Rusmadi harus dibarengi dengan aksi, karena diakuinya setiap visi harus dilakukan dengan aksi yang jelas. Untuk mencapai cita-cita menjadi universitas kelas dunia sebuah perguruan tinggi memerlukan transformasi dari keadaan yang ada saat ini, menuju keadaan yang sesuai dengan kriteria ideal sebuah WCU.

“Transformasi yang kelak dilakukan akan dipengaruhi oleh dua faktor. Faktor eksternal adalah peran aktif pemerintah dalam mendukung perguruan tinggi terutama dalam hal kebijakan finansial. Serta faktor internal yaitu kemampuan perguruan tinggi di dalam melakukan perubahan,” ujarnya.

Peran perguruan tinggi atau kampus strategis dalam mencetak pemimpin bangsa untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Karena itu menurutnya, kampus harus difungsikan sebagai tempat penyemaian nilai-nilai luhur ke Indonesiaan dengan menyosialisasikan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

“Sebagai center of excellence, perguruan tinggi harus melahirkan lulusan-lulusan yang kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya. Perguruan tinggi juga harus menjadi entitas tersendiri sebagai pusat riset dan pemikiran. Perguruan tinggi sebagai masyarakat intelek dan kumpulan kaum cendekiawan, perguruan tinggi harus menjadi rujukan masyarakat dan sumber kreativitas,” tambahnya.

Harapan Pemerintah Provinsi, Unmul dapat berkontribusi dalam pemikiran dalam berbagai pembangunan, khususnya terkait pengembangan kawasan industri yang sedang dibangun. “Unmul harus bisa menyiapkan lulusan siap pakai yang terampil dengan keahlian tertentu sesuai kebutuhan dunia kerja, terutama untuk pengelolaan kawasan-kawasan industri di Kaltim,” tegasnya.

Sementara itu, di kesempatan yang sama Walikota Balikpapan lebih tertarik menceritakan pengalaman pribadinya saat menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi Unmul. Orang nomor satu di Kota Balikpapan ini juga mengapresiasi capaian Unmul yang jauh berbeda kemajuannya dari masanya kuliah dulu.

“Saya senang hari ini bisa kembali ke Unmul, dan setelah melihat perkembangan Unmul, saya rasa ini adalah saat yang tepat untuk Unmul bangkit dan inilah tahunnya untuk menunjukan kelasnya,” harapnya.

Rektor Unmul, Prof. Dr. H. Masjaya., M.Si mengungkapkan, talkshow dalam rangka Dies Natalis Unmul ke 55 tahun ini bisa menjaring gagasan baru untuk kemajuan universitas yang dipimpinnya. Di tahun 2017 ini jelas Rektor, di usia ke 55 tahun salah satu capaian signifikan adalah telah diperolehnya akreditasi universitas berpredikat A atau unggul.

Capaian akreditasi ini tentu saja menjadi modal spirit yang sangat penting, baik untuk terus melakukan pembenahan ke dalam institusi sendiri, juga mencoba mengupayakan visi jangka panjang Unmul menjadi bagian dari universitas World Class, tetapi sekaligus mampu lebih berperan bagi pembangunan nasional atau daerah.

“Meskipun sejak dulu sudah dimulai untuk mencapai hal itu, namun kami sudah memilki tagert yang sudah terukur. Kami sudah punya visi Unmul yang menjadi universitas unggulan dengan pengelolaan profesional. Indikator unggulan salah satunya adalah akreditasi. Kiprah Perguruan Tinggi juga dipengaruhi peran alumni. Oleh karenanya pada Dies Natalis yang ke 55 ini Unmul mengundang para alumni Unmul yang telah sukses berkiprah di masyarakat dan sekaligus di pemerintahan guna memberikan pengalaman dan pemikiran dalam sebuah acara berbentuk Talkshow,” katanya.

Rektor menjelaskan, berdasarkan tahapan yang ada WCU diharapkan dapat dicapai pada tahun 2032. Dukungan baik dari civitas akademik maupun para pihak lainnya memungkinkan pencapaian visi tersebut secara lebih cepat dan lebih tepat. (hms/frn)