Unmul Undang Kalangan Terkait dalam Seminar Internasional


Seminar berlangsung, Rabu (10/09) di Ruang Serbaguna Lantai Empat Rektorat Unmul bertujuan mewujudkan pengelolaan ekosistem tropis yang lestari guna mendukung pembagunan hijau. Sekaligus mensosialisasikan hasil-hasil penelitian terkini yang berhubungan dengan pengelolaan ekosistem tropis, permasalahan dan pemecahaannya.

Ditempat sama, acara yang berakhir sampai besok, (11/09) tersebut, dilakukan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk membuka peluang kerjasama penelitian secara kolaboratif dengan bidang terkait bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Provinsi Kalimantan Utara.

Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pertanian, SDA dan Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Ir. Sigit Hardwinarto, M.Agr menyampaikan, Pemprov Kaltim menyambut baik dan mengapresiasi seminar berlevel internasional yang dihadiri kalangan seperti akademisi, peneliti, lembaga swadaya masyarakat, instansi pemerintah dan mahasiswa.

Akademisi dari Fakultas Kehutanan Unmul tersebut saat membacakan sambutan Gubernur juga menyebutkan, keberadaan ekosistem Kaltim telah dikenal cukup kompleks terdiri dari dataran rendah dan tinggi menyimpan potensi besar pada aspek Sumber Daya Alam (SDA). Sesuai program Provinsi, Pemprov Kaltim terus berupaya membangun green economy dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

“Termasuk menghijaukan semua proyek-proyek MP3EI, menurunkan efek rumah kaca dan menurunkan emisi. Sampai pada target meningkatkan indeks lingkungan hidup. Pada seminar ini peserta peserta akan bertukar pikiran dan pengalaman untuk membicarakan ekonomi hijau, serta sebagai masukan untuk mewujudkan ekonomi hijau di Kalimantan, ”ujarnya sebelum membuka acara.

Senanda, Rektor Unmul, Prof. Dr. H. Zamruddin Hasid, SE., SU menyebutkan seminar dua hari ini bisa memicu agar hutan tropis yang ada didaerah ini bisa mendapatkan pengeloaan yang baik. Pembangunan ekonomi juga dikatakannya, belum bisa sepenuhnya berwawasan lingkungan.

Guru Besar Ilmu Ekonomi itu juga berpesan kepada seluruh ilmuan dan akademisi yang hadir bisa memanfaatkan kesempatan dalam pertemuan ini. 

Terselenggaranya acara ini merupakan hasil kerjasama beberapa pihak terkait diantaranya GIZ Jerman dan Indonesia, University of Texas at El Paso, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP-DAS) Mahakam-Berau, PT. Inhutani I, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Seperti diketahui,  Unmul sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri di Kalimantan Timur dengan Pola Pokok Ilmiah-nya hutan Tropika Basah dan lingkungannya memiliki peran akademis strategis dalam terciptanya pengelolaan dan pemanfaatan ekosistem tropis di salah satu provinsi yang relatif masih kaya akan sumber daya alam. 

Peran Unmul tersebut sangat didukung oleh para peneliti yang berkompeten dan memiliki variasi keahlian yang mumpuni  baik di bidang ekologi, konservasi, lanskap maupun sosekbud sebagai pilar-pilar dasar keilmuan yang dapat diaplikasikan dalam merespon dampak-dampak lingkungan akibat intensifikasi pembangunan.

Sebagai salah satu perwujudan peran tersebut, maka di lingkungan Universitas Mulawarman telah dibentuk UPT (Unit Pelaksana Teknis) Ekosistem Tropis dan Pembangunan Berkelanjutan atau Research Centre for Tropical Ecosystem and Sustainable Development (TESD).  (hms/frn)