Unmul Terima 11 Adik Papua


Sebanyak 11 mahasiswa baru asal Papua dan Papua Barat diterima masuk di Universitas Mulawarman (Unmul) melalui jalur Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik) Papua Tahun 2017.Selamat datang dan selamat menikmati atmosfer Kalimantan Timur (Kaltim). Tahun ini Unmul berhasil menyandang akreditasi A. Semoga ananda sekalian bisa bertahan hingga selesai kuliah dan lulus dengan membawa ijazah dari PTN berakreditasi A,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik Unmul, Prof. Dr. Ir. Mustofa Agung Sardjono di Ruang Rapat Satu Lantai Tiga Rektorat Unmul, Kamis, (27/07).

Hal tersebut diamini Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Encik Akhmad Syaifudin., MP. Pada bidang kemahasiswaan yang dipimpinnya mahasiswa Adik diajak bisa berkontribusi dan tidak merasa beda dengan mahasiswa lainnya.

“Kami berharap agar anandaku bisa mengikuti segala kegiatan mahasiswa, tidak hanya sekedar kuliah lalu pulang. Yang suka kesenian, olahraga dan lainnnya silahkan ikuti unit-unit kegiatan mahasiswa yang ada di Unmul. Banyak sekali kesempatan untuk mengembangkan diri dari kampus ini. Bahkan jika ada yang berminat berwirausaha kami juga memfasilitasinya dengan menyalurkan dalam lomba-lomba untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti itu,” ungkapnya.

Tidak ketinggalan dirinya memberikan motivasi sekaligus mengajak untuk bergerak bersama memajukan Negara ini melalui pendidikan. “Anda adalah mahasiswa Unmul dan tidak beda dengan mahasiswa lainnya di Unmul. Selamat datang dan selamat mengikuti kegiatan di Unmul. Kita semua bersaudara, dan kita semua adalah warga Negara Indonesia, semuanya boleh berbeda namun kita tetap Indonesia. Indonesia harga mati bagi kita semua. Mari kita sama-sama bergerak memajukan Negara ini salah satunya melalui pendidikan,” harapnya.

Dikesempatan yang sama, perwakilan dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti), Dr. Eko Sri Wiyono mengapresiasi Unmul yang sudah menerima dan memberikan fasilitas kepada para mahasiswa Adik Papua ini. Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) itu juga melaporkan sebelumnya para mahasiswa telah mendapatkan pendidikan bela Negara dan wawasan kebangsaan.

“Seluruh Indonesia, ada 800 mahasiswa yang mengikuti program ini. Atas nama Belmawa kami mohon para mahasiswa ini bisa dibimbing dan menyelesaikan studinya disini,” ungkapnya. Dia pun berpesan, upaya pemerintah ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya agar putra-putri daerah kelak berhasil dan kembali ke daerahnya untuk menerapkan ilmu yang dicapai untuk membangun daerah serta berimbas pada pembangunan secara nasional.

“Hari ini kami serahkan secara formal ke pihak universitas, kemudian untuk mahasiswa silahkan melakukan registrasi dan seterusnya tentunya juga harus mengikuti prosedur-prosedur yang ada di Unmul,” urainya.

Dikutip dari website Direktorat Belmawa, Ristek Dikti, program ADik adalah program keberpihakan pemerintah kepada Putra-Putri asal daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) dan orang asli Papua (OAP), untuk memperoleh pendidikan tinggi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Hal ini dimaksudkan agar putra-putri daerah yang berprestasi ditunjukkan dengan nilai indeks prestasi akademiknya yang tinggi dapat melanjutkan jenjang pendidikannya di perguruan tinggi dengan biaya dari Pemerintah. Unmul tergabung dalam 48 PTN dan 22 Politeknik seluruh Indonesia yang menjadi pelaksana program ini. (hms/frn)