Unmul Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-89


Rektor Berikan Penghargaan Kepada Faperta dan Mahasiswa Berprestasi

Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si memimpin peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-89 dalam suatu upacara peringatan yang dilaksanakan di Halaman GOR 27 September Unmul, Sabtu (28/10). Pada kesempatan tersebut, Rektor Unmul membacakan amanat dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia (RI), yang bertemakan “Pemuda Indonesia Berani Bersatu”.

Dalam amanatnya Menpora mengatakan, kita tentu patut bersyukur atas sumbangsih para pemuda Indonesia yang sudah melahirkan Sumpah Pemuda. Sudah seharusnya kita meneladani langkah-langkah dan keberanian mereka hingga mampu menorehkan sejarah emas untuk bangsanya. “Bandingkan dengan era sekarang. Hari ini, sarana transportasi umum sangat mudah. Untuk menjangkau ujung timur dan barat Indonesia hanya dibutuhkan waktu beberapa jam saja. Untuk dapat berkomunikasi dengan pemuda di pelosok-pelosok negeri ini, cukup dengan menggunakan alat komunikasi, tidak perlu menunggu datangnya tukang pos hingga berbulan-bulan lamanya. Interaksi sosial dapat dilakukan 24 jam, kapanpun dan dimanapun,” tutur Prof. Masjaya membacakan amanat dari Menpora dihadapan Civitas Akademika Unmul.

Lebih lanjut Menpora dalam amanatnya menyampaikan dalam sebuah kesempatan, Presiden RI yang pertama, Bung Karno pernah menyampaikan: Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekedar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir.

“Pesan yang disampaikan oleh Bung Karno ini sangat mendalam khususnya bagi generasi muda Indonesia. Api sumpah pemuda harus kita ambil dan terus kita nyalakan. Kita harus berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kita juga harus berani melawan ego kesukuan, keagamaan dan kedaerah kita. Ego ini yang kadang kala mengemuka dan menggerus persaudaraan kita sesama anak bangsa. Kita harus berani mengatakan bahwa Persatuan Indonesia adalah segala-galanya, jauh di atas persatuan keagamaan, kesukuan, kedaerahan, apalagi golongan,”pungkasnya.

Didalam kesempatan ini juga, Rektor Unmul menyerahkan penghargaan kepada Fakultas Pertanian (Faperta) Unmul khususnya Program Studi (Prodi) Peternakan yang telah berhasil meraih Akreditasi A dan penyerahan penghargaan kepada mahasiswa Unmul yang berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. (hms/zul)