Unmul Kembali Terima Mahasiswa Darmasiswa


Sebelum menjalani rutinitas perkuliahan, Senin, (01/09), mahasiswa darmasiswa yang berjumlah sembilan orang dari beberapa Negara itu mengunjungi birokrat kampus di Rektorat Unmul, guna menemui Rektor, Prof. Dr. H. Zamruddin Hasid, SE., SU  sekaligus untuk memperkenalkan diri ke beberapa jajaran pejabat terkait.

“Jangan ragu untuk meminta bantuan ke kami apabila ada kendala selama menempuh studi disini,” sebut Rektor di Ruang Micro Meeting Rekorat, tempat pertemuan tersebut berlangsung.

Melalui Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri (PKLN) Kemendikbud, peminat mahasiswa asing pada program darmasiswa terus meningkat dari tahun ke tahun. Program Darmasiswa merupakan program beasiswa parsial untuk mahasiswa asing dari berbagai negara yang tertarik mempelajari Bahasa Indonesia, kesenian, musik, kuliner, dan kerajinan tangan khas Indonesia.

Seperti diketahui para peserta nantinya bisa memilih satu di antara subjek-subjek tersebut di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta yang berpartisipasi dalam Darmasiswa termasuk Unmul sendiri.

Di kesempatan tersebut dengan cermat Rektor juga membimbing dan mengajak para mahasiswa darmasiswa untuk memperkenalkan diri dan asal mereka menggunakan bahasa Indonesia. Sebelum menemui Rektor, dengan maksud yang sama mereka terlebih dahulu menemui Pembantu Rektor IV Unmul, Prof. Dr. Sukisno S Riadi., MM di ruang kerjanya.

“Sebelum proses perkuliahan dimulai, silahkan diagendakan tanggalnya agar kalian semua bisa kerumah saya untuk makan malam bersama,” kata Rektor.

Tahun ini Negara yang akan mengikuti program darmasiswa di Kampus Gunung Kelua sebutan Unmul ini adalah Belanda, Jepang, Vietnam, Polandia, Slovakia, Italia dan Ceko. Program perkuliahan direncanakan berlangsung selama enam bulan sampai satu tahun pada bidang studi bahasa Indonesia.

Tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan dan meningkatkan ketertarikan mahasiswa asing terhadap bahasa dan budaya Indonesia. Program ini juga ditujukan untuk menyediakan link atau hubungan budaya serta kesepahaman yang lebih kuat di antara negara partisipan. (hms/frn)