Unmul Adakan Seleksi NUDC 2017


Universitas Mulawarman (Unmul) kembali mengadakan seleksi National University Debating Championship (NUDC) 2017. Kegiatan tahunan ini merupakan agenda dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia. Salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan daya saing mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi melalui media debat ilmiah.

Digelar sejak 25 hingga 27 April di Gedung Magister Pertanian Unmul, acara ini diikuti sebanyak 52 peserta perwakilan dari 14 fakultas. Di hari pertama para peserta mendapat bekal pemahaman melalui seminar dan exhibition. Keesokan harinya, pertandingan dimulai yang terbagi dalam beberapa chamber. Dalam lomba debat ini, peserta dituntut memiliki wawasan luas, kemampuan bahasa inggris yang baik dan kemampuan berargumentasi.

Usai melewati tahap seleksi, terpilih empat tim terbaik yang melanjutkan ke babak grand final pada Kamis (27/04). Hasilnya terbagi menjadi dua kategori pemenang yakni, kategori tim pada babak final dan kategori dua best speaker berdasarkan total nilai tertinggi di tiga babak penyisihan. Juara I berhasil diraih oleh tim Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Juara II dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Juara III Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) dan Fakultas Teknik (FT) diposisi ke IV.

Untuk kategori best speaker diberikan kepada Virhans Dipa Alanson dari FISIP dengan total skor 231 dan pemenang kedua Farezha Achmady Shadin dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan skor 223. Diketahui, keduanya akan mewakili Unmul dalam debat NUDC tingkat wilayah Kopertis XI di Banjarmasin.

Melihat hasil tersebut dan track record tim Unmul yang selalu lolos sampai tahap nasional, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unmul, Drs. La Hasan, M.Si optimis tim Unmul dapat memberikan yang terbaik. “Tahun ini kami targetkan agar tim Unmul dapat juara ditingkat nasional. Selain sudah memiliki pengalaman kami juga memiliki kontrak kerja dengan rektor untuk tahun ini harus mengejar 56 medali emas,” ucapnya saat ditemui diruang kerjanya.

“Selamat kepada ananda ku semua yang telah berhasil. Terus belajar dan kami juga akan mengupayakan agar ada pembinaan sebelum nantinya berangkat,” imbuh Drs. La Hasan penuh optimis. (hms/rob)