Terpilih Secara Aklamasi, Prof. Masjaya Kembali Pimpin UNMUL


Sejarah baru tercatat dalam proses pemilihan pimpinan tertinggi di Universitas Mulawarman (UNMUL). Proses demokrasi di kampus terbesar dan tertua di Kalimantan Timur ini, tersaji dalam Rapat Tertutup Senat Universitas Mulawarman dalam Rangka Pemilihan Calon Rektor Periode 2018 – 2022. Secara aklamasi, Rektor petahana UNMUL, Prof. Dr. H. Masjaya., M.Si kembali terpilih untuk memimpin universitas berakreditasi A ini.

Di Ruang Serbaguna Lantai Empat Rektorat, Kamis, (11/10), hadir 80 orang anggota senat dari total 87 anggota senat di Kampus Gunung Kelua. Kesepakatan tanpa pemungutan suara atau voting diambil setelah melalui persetujuan semua anggota senat yang hadir diawali dengan pernyataan dukungan dari dua calon Rektor yang bersaing yakni Dr. Laode Rijai., M.Si, Drs dan Prof. Dr. Susilo., M.Pd.

“Saya menyatakan semoga para anggota senat yang hadir bisa menerima keikhlasan para calon rektor untuk melakukan pemilihan Rektor secara aklamasi. Terima kasih atas kepercayaan yang diserahkan kepada saya,” ungkap Prof. Masjaya.

Rencana ke depan, UNMUL dijelaskannya akan terus menjalankan visi misi yang sudah ditentukan. “Diperiode pertama ini kami memang sudah memperbaiki UNMUL yang sebelumnya dalam posisi yang tidak ideal. Dan memang banyak pekerjaan – pekerjaan yang perlu dilakukan bersama. Banyak hal yang sudah dicapai lembaga ini dari sebuah kebersamaan atau kerjasama tim. Semangat ini akan terus kami pertahankan,” tambahnya.

Keberhasilan yang telah dicapai saat ini ditegaskannya, adalah hasil kerja kolektif serta memerlukan peran bersama. “Ini menjadi tantangan baru, dan kami tidak ingin berpuas diri dengan pencapaian yang saat ini sudah digapai. Atas dasar itu saya siap memimpin institusi ini untuk periode kedua,” tuturnya.

Salah satu anggota senat, Prof. Dr. Sutadji M., MM mengatakan, aklamasi yang didapat akan menambah keakraban civitas akademika UNMUL, dia meyakini tidak ada lagi perseteruan yang bisa membuat cacat sebuah proses demokrasi.

“Mudah – mudahan dari hari ini hingga ke depan dapat menumbuhkan semangat kerja kita bersama. Ini adalah sebuah kesepakatan dan tidak perlu ada isu – isu negatif yang berkembang berbeda dengan keadaan sebenarnya. Hasil hari ini adalah pilhan terbaik dan para anggota senat UNMUL memiliki kedewasaan,” harapnya.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor Dr. H. Muhammad Noor, M.Si menuturkan, tahapan pengangkatan pemimpin Perguruan Tinggi Negeri terdiri atas penjaringan bakal calon, penyaringan calon dan pemilihan calon kemudian dilakukan penetapan serta pelantikan. Opsi pemilihan musyawarah mufakat juga diakuinya tertuang dalam peraturan senat UNMUL nomor satu tahun 2018 tentang tata cara penjaringan, penyaringan dan pemilihan Rektor UNMUL periode tahun 2018 – 2022.

“Pemilihan ini diluar perkiraan kami, karena ternyata berlangsung secara musyawarah mufakat atau yang dikenal dengan istilah aklamasi. Dan hari ini kami tetapkan Prof. Masjaya sebagai Rektor UNMUL periode 2018 – 2022,” tegasnya ketika Conference Press bersama para wartawan di Ruang Tunggu Tamu Rektor.  

Direktur Pembinaan Kelembagaan Pendidikan Tinggi, Ristek Dikti yang hadir dalam kegiatan ini mengapreasi Pemilihan Rektor UNMUL bisa dilaksanakan secara musyawarah mufakat. “Alhamdulillah dengan Ridho Allah semoga dengan momentum ini UNMUL bisa lebih baik lagi. Kami dari Kemenristek Dikti sangat mengapresiasi demokrasi yang terjadi pada pagi hari ini dan sangat luar biasa indahnya. Semoga bisa ditiru dengan perguruan tinggi lain,” katanya. Beberapa tahun mendatang UNMUL diharapnya bisa bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Berbadan Hukum (BH) dari status sekarang sebagai Perguruan Tinggi Badan Layanan Umum (BLU). (hms/frn)