Tawarkan Masa Depan Bukan Masa Lalu


Kedatangan Anies Baswedan ke Universitas Mulawarman ialah dalam rangka menjadi Pembicara pada Seminar Kebangsaan BEM KM Unmul bertajuk “Anak Muda & Perubahan”. Pria 44 tahun tersebut dengan lugas menyampaikan bahasan tentang inovasi perubahan yang menekankan perubahan di masa depan.

“Tawarkan masa depan, bukan masa lalu,” kalimat yang berulang-ulang Anies sampaikan di hadapan ratusan mahasiswa Unmul yang hadir di ruangan Serbaguna Lantai 4 Gedung Rektorat Unmul tersebut ialah dengan tujuan untuk membawa semangat optimistis.

Acara pada Jumat (21/2) siang ini mengundang peserta dari perwakilan mahasiswa 11 Fakultas dan 3 Up. Fakultas di Unmul yang berjumlah tidak kurang dari 250 mahasiswa. Rektor Unmul Prof. Dr. H. Zamruddin Hasid, SE., SU yang membuka acara ini mengatakan sosok Anies Baswedan adalah sosok yang patut kita teladani karena Anies adalah tokoh intelektual muda yang sangat peduli dengan dunia pendidikan di Indonesia.

“Anies Baswedan adalah tokoh perubahan muda terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, ide-idenya yang sangat berpihak pada pengembangan pendidikan menjadi hal yang sangat patut dipuji,” tutur Rektor.

“Tema yang diusung BEM KM Unmul di acara ini sangat tepat, memang muda yang bergairah, memang anak muda yang jadi tumpuan perubahan akan terjadi,” tambahnya.

Sosok Anies Rasyid Baswedan Ph. D., pria kelahiran KuninganJawa Barat7 Mei 1969 ini adalah intelektual asal Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat akar rumput khususnya dalam bidang pendidikan. Ia menelurkan Gerakan Indonesia Mengajar yang mengirimkan anak-anak muda terbaik negeri untuk mengajar di Sekolah Dasar selama satu tahun. Selain memiliki pemahaman terhadap masyarakat akar rumput, ia merupakan seorang intelektual yang memiliki kompetensi internasional, hal ini terbukti dari beberapa penghargaan internasional yang ia dapatkan, salah satunya ialah pada 2004 Anies menerima penghargaan Gerald Maryanov Fellow dari Departemen Ilmu Politik Universitas Northern Illinois.

Anies pula banyak mendapatkan kepercayaan pada posisi-posisi penting dalam bidang pengembangan akademik diantaranya Peneliti Pusat Antar-Universitas Studi Ekonomi UGM, Manager Riset IPC, Inc, Chicago, Kemitraan Untuk Reformasi Tata Kelola Pemerintahan, Direktur Riset Indonesian Institute Center  dan saat ini sebagai Rektor Universitas Paramadina Jakarta.

Pada 2008 Majalah Foreign Policy memasukkan Anies Baswedan dalam 100 Intelektual Publik Dunia. Anies merupakan satu-satunya orang Indonesia yang masuk pada daftar hasil rilis majalah tersebut. Dalam daftar itu nama Anies sejajar dengan tokoh dunia seperti Noam Chomsky (tokoh perdamaian), para penerima nobel seperti Shirin EbadiAl Gore,Muhammad Yunus, dan Amartya Sen.

Bahkan disela kesibukannya di dunia pendidikan dan berpolitik, Anies Baswedan masih sangat konsen mengabdikan hidupnya pada dunia pendidikan seperti menciptakan pemikiran-pemikiran baru seperti Tenun Kebangsaan, Pendidikan Sebagai Ekskalator Ekonomi, Indonesia Mengajar, Indonesia Menyala, Kelas Inspirasi dan lain-lain.

Sebagai penutup Seminar Kebangsaan yang di gagas BEM KM Unmul ini, Anies didampingi Presiden BEM KM Unmul Haerdy Pratama Wijaya & Wakil Presiden BEM KM Unmul M. Gatot Subrata Yuda bersama pengurus dan anggota BEM KM Unmul melakukan diskusi dan saling bertukar pengalaman tentang organisasi dan kepemimpinan.