Talkshow Bela Negara di PKKMB Fahutan Unmul


Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Mulawarman (Unmul) punya cara sendiri untuk mengisi kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Tahun ini, kampus para rimbawan muda mengajak para mahasiswa barunya mengikuti Talkshow Bela Negara.

Di Gedung Bundar Fahutan Unmul, sebagai moderator talkshow dipimpin langsung Dekan Fahutan, Dr. Rudianto Amirtha., MP. Juga mengundang unsur pimpinan universitas yang dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Encik Akhmad Syaifudin., MP serta Kasrem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Samarinda, Kolonel Inf Frenky Riupassa, S.Sos sebagai narasumber.

234 mahasiswa baru Fahutan dengan seksama menyimak pemaparan akan pentingnya kesadaran bela negara terhadap peningkatan persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan NKRI. Kondisi Negara saat ini disampaikan narasumber diisi banyak dengan kepentingan individu maupun kelompok juga pengaruh budaya dan produk asing.

Mahasiswa, diharapkan mampu membangun pemahaman bahwa bela negara bukan berarti angkat senjata saja dan bukan hanya tugas pemerintah semata. Namun, merupakan tugas dan kewajiban setiap komponen bangsa. Pemerintah mengkondisikan agar setiap komponen bangsa sadar bela negara sejak dini.     

”Agar memiliki peran penting dalam membangun bangsa, sejarah telah mencatat kiprah rakyat Indonesia yang tak kenal waktu dan selalu berjuang dengan penuh semangat biarpun jiwa raga menjadi taruhannya. Tingkatkan kepedulian dan rasa sosial kepada masyarakat jangan larut akibat kecanggihan teknologi sekarang yang semuanya serba instan, mudah dan cepat tanpa harus bersusah payah. Mahasiswa harus memiliki semangat, karena menatap ke depan demi sebuah harapan baru yang lebih baik,” urai Frenky.  

Sementara itu, ditemui usai talkshow, Dekan menyampaikan harapannya agar mahasiswa baru dapat mengenal potensi studi di Unmul khususnya Fahutan. “Menuju perubahan Fahutan yang lebih baik adalah tujuan kami, salah satunya melalui peningkatan lulusan mahasiswa kami yang berkualitas,” katanya. (hms/frn)