SM3T Unmul Ikut Serta Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia


            Sejak kali pertama Unmul diikutkan dalam program SM3T secara nasional oleh Kemendikbud melalui Direktorat Tenaga Kependidikan ( Diktendik) ,pada tahun 2012, sambutan dari peserta dan masyarakat  nampak cukup positif, terbukti minat peserta yang ingin mendaftarkan diri ikut program SM3T Unmul cukup signifikan, namun karena pemahaman yang kurang tentang SM3T dari pihak peserta dan orangtua, maka ditengah perjalanan proses seleksi menyusut drastis dan ketika siap berangkat pada tanggal 30 Agustus 2012 hanya 24 orang peserta yang ditugaskan ke Kabupaten Siau, Kabupaten Tagulandang dan Kabupaten Biaro di Sulawesi Utara.

            Perkembangan sosialisasi yang mulai merambah di seluruh Kaltim dan tanggapan masyarakat yang semakin positif, animo peserta semakin meningkat dan pada tahun 2013 Unmul  memberangkatkan  sebanyak 62 orang peserta, 32 ditugaskan di Papua ( Kabupaten Wamena) dan 30 orang selebihnya ditugaskan kembali ke SITARO, Sulawesi Utara. Saat ini memasuki angkatan ke 3 pada tahun 2014, SM3T Unmul bersiap diri mengirim sebanyak 58 peserta menuju Papua.

Program SM3T ke depan menjadi ikon Kemendikbud sebagai bentuk terobosan untuk mencetak calon pendidik profesional. Keiukutsertaan Universitas Mulawarman dalam program ini memberikan prospek yang cerah bagi setiap lulusan sarjana kependidikan FKIP Unmul untuk ambil bagian dalam mencerdaskan bangsa menuju penyiapan calon guru masa depan dalam merajut keIndonesiaan.

            Sepanjang tiga angkatan Unmul berkecimpung dalam program SM3T telah banyak pengalaman yang diperoleh  peserta di tempat tugasnya, baik di Papua maupun di Sulawesi Utara. Pengalaman ini menjadi begitu berharga bagi peserta sekaligus membawa nama baik Universitas dan membanggakan bagi seluruh bangsa yang kita cintai ini. Kebanggan itu sempurna, ketika peserta SM3T Universitas Mulawarman mampu menyelesaikan tugas pengabdiannya sampai akhir masa tugas dengan sangat baik dan mendapat apresiasi dari Pemda dan Diknas setempat.

          Dalam perkembangannya, SM3T di seluruh Indonesia yang dikelola oleh 17 Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia, salah satunya adalah Universitas Mulawaman) ternyata hadir bukan sekedar untuk memenuhi kebutuhan guru di wilayah pengabdian (3T) sekaligus menyiapkan calon guru profesional yang memiliki kompetensi kepribadian dan sosial yang kukuh, SM3T yang dimplementasikan secara masif ini makin teryakini sebagai agen yang mampu mengubah kultur masyarakat, mulai dari siswa-guru-dan warga masyarakat, hingga pemimpin daerah dalam berbagai kesempatan tak jarang mereka mengungkapkan hal itu.

       Kehadiran sarjana pendidik peserta SM3T selalu ditunggu dan memberikan secercah harapan bagi anak-anak dan masyarakat di daerah 3T yang sangat merindukan kehadiran sarjana pejuang yang berjiwa patriot dan berhati bhineka Tunggal Ika. Harapan ini bukan sekedar mimpi, melainkan sungguh nyata dirasakan oleh anak bangsa di daerah 3T, sekaligus memberikan nilai sense of belonging kepada bangsa dan negaranya bahwa bangsa ini memang berada dalam keragaman ( bhineka Tunggal Ika), dengan semangat “Unity in Diversity”Unmul ingin maju bersama mencerdaskan bangsa dan merajut ke-Indonesiaan.