Seminar Produktivitas dan Ketahanan Masyarakat terhadap Perubahan Iklim


Seminar ini menghadirkan 4 pembicara lokal dan nasional yakni Dr. Sutedjo dari Unmul dengan bahasan Jasa Ekosistem Kehutanan di Pulau Kalimantan, kemudian Dr. Retno juga dari Unmul dengan bahasan "Kearifan Lokal Dalam Jasa Lingkungan", Dr. Nurul Winarni dari Research Center for Climate Change Universitas Indonesia (RCCCUI) yang membahas "Jasa Ekosistem sebagai Penunjang Produktivitas Pertanian", serta Dr. Budi Haryanto yang juga RCCCUI dengan bahasan "Jasa Ekosistem dan Pengetahuan Ekologi dalam Meningkatkan Ketahanan di Bidang Kesehatan".

Direktur Center for Climate Change Studies (C3S) Unmul Prof. Dr. Ir. Deddy Hadriyanto, M.Agr mengungkapkan dalam sambutannya tentang permasalah perubahan iklim di dunia khususnya Indonesia. Deddy mengatakan bahwa isu perubahan iklim adalah isu global, dimana semua pihak turut berperan serta pada gejala-gejala perubahan iklim.

Permasalahan iklim tidak saja disebabkan oleh rekayasa alam, namun juga hasil dari perbuatan manusia.

"Lebih dari 70 persen penyebab berubahnya iklim di bumi ialah karena kegiatan industry, dimana kegiatan industri menghasilkan emisi buangan yang berisi kandungan berbahaya senyawa karbon," ungkap Deddy.

Deddy menambahkan contoh terdekat adalah di kota Samarinda, setidaknya di setiap daerah memiliki setidaknya 30 persen kawasan hijau, tapi nyatanya di Samarinda hanya 0,98 persen saja, artinya nilai itu jauh dari harapan.

"Perubahan iklim secara global dan khususnya di Samarinda sebenarnya juga bergantung pada kebijakan penguasa (pemerintah) sebagai pemilik kuasa penggunaan dan pengaturan wilayah," ucap Deddy yang sekarang menjadi Guru Besar di Fakultas Kehutanan Unmul.

Pembantu Rektor IV Unmul Prof. Dr. Sukisno S Riadi, SE., MM dalam sambutannya menyatakan dukungannya terhadap UPT Perubahan Iklim Unmul untuk terus melaksanakan kegiatan seperti ini, dengan harapan adanya pemikiran-pemikiran baru yang bisa menjadi solusi serta saran kepada pihak terkait untuk dijadikan pertimbangan pada pengambilan kebijakan yang mempengaruhi perubahan iklim.

"Kondisi Iklim di bumi khususnya di Indonesia sudah seharusnya dijaga untuk keberlanjutan anak cucu kita nantinya," tutup Sukisno yang sekaligus membuka secara resmi seminar ini.

Seminar Produktivitas dan Ketahanan Masyarakat terhadap Perubahan Iklin ini berlangsung sehari, diikuti oleh perwakilan mahasiswa Unmul serta beberapa instansi dan LSM lingkungan di wilayah Kalimantan Timur.

Seminar ini sendiri terlaksana atas kerjasama UPT. Perubahan Iklim-C3S Unmul, United States Agency for International Development (USAID), Columbia University, dan Research Center for Climate Change Universitas Indonesia (RCCCUI).