Rektor: Kurban Simbol Keikhlasan, Kesabaran dan Pengorbanan


Memaknai perayaan Idul Adha 1438 H, Universitas Mulawarman (Unmul) menyelenggarakan pemotongan hewan kurban, Sabtu (02/09). Diawali dengan sholat subuh berjamaah di Masjid Al-Fatihah Unmul, Rektor beserta para Wakil Rektor, Dekan dan civitas akademika Unmul mengikuti dengan khidmat.

Dalam laporannya, Kepala Biro Umum dan Keuangan Unmul, Drs. H. Rizali Irawan, M.Si menyampaikan tahun ini pemotongan hewan kurban sebanyak 26 sapi dan 4 kambing di lingkungan Unmul. “Di rektorat berjumlah lima sapi dan lainnya tersebar di fakultas-fakultas,” jelasnya.

Rektor Unmul, Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si dalam sambutannya mengatakan peristiwa kurban ini yang paling penting secara agama adalah keikhlasan, kesabaran dan pengorbanan. “Ada tiga hal yang perlu kita tangkap dalam kehidupan ini. Setiap berbuat kita harus ikhlas, setiap melakukan aktifitas kita harus bersabar dan kalau kita ingin memberi manfaat dalam kehidupan masyarakat termasuk kelembagaan maka tak kalah pentingnya kita harus berkorban,” tuturnya.

“Semoga tahun depan pemotongan hewan kurban ini akan terus menjadi tradisi, dan setiap tahun akan bertambah. Atas nama pimpinan Universitas Mulawarman menyampaikan penghargaan dan terimakasih, semoga acara ini dapat berjalan lancar,” harapnya mengakhiri sambutan.

Agenda ini pun ditutup dengan penyerahan hewan kurban oleh Rektor kepada Ketua Panitia dalam hal ini Kepala Biro Umum dan Keuangan Unmul. Kemudian dilanjutkan dengan pemotongan dan pembagian hewan kurban kepada Civitas Akademika Unmul, warga sekitar kampus dan panti asuhan. (hms/rob)

 

Tausyiah Peringatan Idul Adha 1438 H di Unmul

Di hari yang sama, pukul 10.30 Wita Unmul mengadakan tausyiah dalam rangka Peringatan Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah. Acara yang bertempat di Lobby Lantai II Rektorat Unmul ini dihadiri para Civitas Akademika Unmul

Rektor Unmul Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si  mengatakan secara keseluruhan ada 26 ekor sapi  dan 4 ekor kambing sebagian besar dilaksanakan dimasing-masing fakultas di waktu yang bersamaan dengan maksud dan tujuan yang sama, yaitu menjalankan perintah Allah SWT, sebagai wujud aktivitas meneruskan apa yang sudah dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim, AS beserta keluarga dalam mendapatkan perintah Allah SWT untuk diuji ketaatan dan keimanannya. “Sebagai Nabi beliau ikhlaskan terlebih anaknya Nabi Ismail, AS yang sabar menghadapinya sehingga hal tersebut terlaksana dan sampai pada saat ini menjadi suatu kewajiban bagi orang yang mampu untuk melaksanakan hal yang sama tetapi berbeda fisiknya. Artinya, bahwa apa yang dilakukan Nabi Ibrahim, AS sebagai suatu perintah Allah SWT maka hari ini kita juga melakukan hal yang sama tapi bedanya kita melakukan penyembelihan hewan kurban,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prof. Masjaya menambahkan, bahwa ujian, keikhlasan dan kesabaran kalau mau dimaknai dan bisa diimplementasikan dalam beraktivitas terlebih dalam hal aktivitas untuk kepentingan umum. Insya Allah kita akan mampu meraih apa yang menjadi harapan dan tujuan pengelolaan Unmul. Jadi, tidak usah ragu dan khawatir dengan pengorbanan yang kita lakukan hari ini Insya Allah akan bernilai ibadah dan manfaatnya untuk kita secara pribadi dan kelembagaan akan jauh lebih besar dibanding pengorbanan yang kita lakukan dalam bentuk pengeluaran materi atau fisik. Oleh karena itu, saya menghimbau kepada kita semua, mungkin hari ini di rektorat hanya 5 ekor dipotong, tetapi tahun depan dengan saling mengingatkan dan koordinasikan dengan baik, saya pikir jumlahnya akan bertambah. Karena, secara agama diyakini dan dipahami secara bersama-sama akan tidak mengurangi sedikitpun harta dan kekayaan yang kita miliki kalau kita berkurban tapi justru akan bertambah berlipat-lipat ganda.

“Selain itu, agenda lainnya adalah kita mendengarkan tausyiah sebagai bentuk informasi dan renungan kita mengingatkan kembali kita bahwa peristiwa semacam ini agar bisa semakin diresapi dan dipahami dan menjadi satu kekuatan yang sangat berarti buat kita sebagai pribadi dan atas nama lembaga. Oleh Karena itu, saya berterima kasih kepada Ustadz Bachtiar Yunus untuk membagi pemahaman dan ilmu agama sehingga kita semua akan mendapatkannya dan bisa menggunakannya secara maksimal untuk aktivitas kehidupan sehari-hari karena agama sangat menentukan kiprah kita dalam beraktivitas termasuk meraih kesuksesan, kebetulan hari ini nuansanya adalah aktivitas keagamaan,” pungkas Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini.  

Sementara Tausyiah yang dibawakan oleh Ustadz Bachtiar Yunus menjelaskan dengan melaksanakan penyembelihan hewan kurban setidaknya manusia bisa menghilangkan sifat-sifat hewani dalam tubuh. “Itulah makna berkurban, yakni memotong sifat-sifat buruk manusia yang mementingkan diri sendiri. Manfaat berkurban ini banyak, selain menunjukkan puji syukur kepada Allah SWT yang memberikan karunia begitu banyak juga rasa syukur itu diwujudkan dengan pengurbanan yang memberikan hewan kurban untuk dipotong dan dagingnya diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya,” pintanya. (hms/zul)