Refleksi Kinerja LHK Jokowi, Fahutan Unmul Gelar Rembuk Nasional 2017


Rabu (11/09), Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Mulawarman (Unmul) dipercaya sebagai penyelenggaraan Rembuk Nasional 2017 pada bidang rembuk 8 dengan tema Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Agenda ini digelar sebagai bentuk refleksi tiga tahun perjalanan Pemerintah Jokowi. Terkait refleksi tersebut, pada 25 Oktober 2017 mendatang akan menggelar Rembuk Nasional yang dihadiri berbagai kelompok lintas disiplin dan profesi bertema, Membangun Untuk Kesejahteraan Rakyat.

Rembuk Nasional ini akan dibagi dua yaitu Rembuk Daerah dan Rembuk Pusat. Pelaksanaan rembuk nasional didahulukan dengan rembuk daerah di 16 Universitas atau Perguruan Tinggi terpilih dengan masing-masing pilihan topik yang berbeda, satu diantaranya adalah di Unmul.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unmul sekaligus ketua penyelenggara, Prof. Dr. Ir. Mustofa Agung Sardjono mengatakan, ini adalah acara yang menjadikan kesempatan yang tepat untuk para peserta bisa menyampaikan gagasan terhadap perkembangan kehutanan dan lingkungan yang ada di Indonesia. “Diharapkan, gagasan yang dihasilkan dalam rembuk tahun ini akan mewarnai proses pembangunan nasional selanjutnya. Terutama, dalam mencapai visi pembangunan nasional yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong,” tuturnya.

Kehutanan bukan lah tentang pepohonan, lanjut Prof. Mustofa, melainkan tentang manusia. “Ini merupakan amanah yang sudah masuk didalam UUD 1945 pasal 33 yang dijabarkan melalui program kerjanya Presiden Jokowi. Selamat berembuk sekali lagi kepada para peserta,” imbuh Guru Besar Fakultas Kehutanan Unmul mengakhiri sambutannya.

Ketua Panitia Pusat Rembuk Nasioal 2017, Dr. Firdaus Ali menyatakan rembuk ini membahas dengan spirit gotong royong dan musyawarah dengan dua tujuan. “Tujuan rembuk ini adalah mengkritisi apa yang kemudian dicapai tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK dalam 12 bidang pembangunan dan masalah nasional yang perlu mendapat perhatian khusus untuk dapat diusulkan sebagai bahan perbaikan dan percepatan untuk dua tahun kedepan,” jelasnya.

“Serta mengidentifikasi pengungkit terbesar untuk mendongkrak kinerja dalam dua tahun tersisa. Hasil rembuk nasional 2017 ini akan dikemas sedemikian rupa untuk dapat dikomunikasikan kepada publik secara cerdas untuk dapat membangun rasa optimisme bersama,” tambahnya.

Turut hadir membuka acara, Rektor Unmul Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si mengucapkan terimakasih atas kepercayaan pemerintah menjadikan Fahutan Unmul sebagai tuan rumah penyelenggaraan rembuk nasional ini. “Silahkan diskusikan semuanya, karena jika input dan prosesnya bagus maka outputnya pun pasti akan bagus juga,” ucapnya.

Rembuk Nasional Bidang 8 ini, juga mendiskusikan aspirasi dan gagasan dengan empat topik utama. Yakni, konflik kehutanan, kerusakan lingkungan dan masyarakat adat, aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta bisnis masa depan kehutanan dan penguatan persatuan pengelolaan hutan. (hms/rob)