Menristekdikti: Peningkatan Relevansi Pendidikan Tinggi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi


Unmul Peringati Hardiknas Tahun 2017

Hari Pendidikan Nasional yang kita peringati hari ini tentu bukan hanya untuk mengenang perjuangan dan jasa besar Ki Hadjar Dewantara Sebagai Bapak Pendidikan Indonesia, namun peringatan ini juga merupakan momentum dan sekaligus refleksi dari berbagai upaya yang telah dan sedang kita lakukan dalam melaksanakan berbagai program untuk memajukan pendidikan, khususnya mutu pendidikan tinggi di Indonesia.  

Rektor Unmul Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si yang memimpin langsung Upacara Peringatan Hari pendidikan Nasional (Hardiknas) menyampaikan hal tersebut saat membacakan pidato Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Republik Indonesia, Prof. Mohamad Nasir, Peringatan Hari Pendidikan Nasional dengan tema “Peningkatan Relevansi Pendidikan Tinggi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi”.

Tema tersebut merupakan seruan bagi perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Pendidikan Tinggi agar lebih memperhatikan dampak dari aktivitasnya terhadap pengembangan ekonomi, terutama ekonomi di daerahnya. “Dengan kata lain, perguruan tinggi lebih dapat memerankan dirinya sebagai agent of economic development disamping agent of education dan agent of research and development,”paparnya.

Dijelaskannya pula, dalam Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi, telah diamanatkan 3 jenis pendidikan tinggi untuk dilaksanakan di Indonesia yaitu, pendidikan tinggi akademik untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, perguruan tinggi vokasi untuk mengembangkan keterampilan dan perguruan tinggi profesi untuk mengembangkan keahlian khusus.

Upacara peringatan Hardiknas yang dilaksanakan di Halaman GOR 27 September Unmul, Selasa (02/05), diikuti oleh Civitas Akademika Unmul. Dalam upacara tersebut, Rektor Unmul Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si, menyematkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada puluhan pegawai dari unsur dosen maupun tenaga kependidikan di lingkungan Unmul. (hms/zul)