Mahasiswi Unmul Ini Raih The Best Populer Teacher 2018 di Thailand


Universitas Mulawarman (Unmul) patut berbangga atas prestasi yang terus diraih oleh mahasiswa terbaiknya. Pada awal tahun 2018 lalu, mahasiswa dari Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menambah catatan penghargaan yang diakui pada tingkat internasional. Penghargaan tersebut adalah ‘The Best Populer Teacher 2018’ yang diselenggarakan oleh Indonesian Youth Teacher Exchange Program.

Negara Thailand menjadi tuan rumah kegiatan pertukaran pengajar muda Indonesia tersebut yang berlangsung mulai tanggal 16 Januari sampai dua Februari 2018 lalu. Rizki Amalia adalah nama mahasiswi Unmul bersama 40 orang lainnya yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia untuk menjadi pengajar muda di Negeri Gajah Putih selama dua minggu, di Tarbiyatul Wathoniyah School, Provinsi Yala.

Selama disana, Amel biasa dia disapa mengajar bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Melayu, huruf Jawi dan Hadist. Ia juga turut ambil bagian dalam melatih ekstrakurikuler, seperti pidato tiga bahasa, membaca puisi, hingga Nasyid. Dalam sehari, wanita berkerudung ini bisa mengajar sebanyak tiga sampai delapan kelas mulai pukul delapan pagi menuju pukul empat sore. Namun, semua aktivitas peluh itu terbayarkan karena Amel berhasil terpilih sebagai pengajar favorit yang dipilih oleh lembaga yang menaungi kegiatan tersebut, dan warga disana.

Mampu dan berkesempatan mengajar di luar negeri, tentunya menjadi kebanggaan sendiri baginya. Sedikit bercerita, kendala yang dihadapinya adalah kurang fasihnya menggunakan bahasa Thailand. Meski begitu, wanita berusia 18 tahun ini yakin apa yang disampaikannya dalam mengajar dapat diterima oleh murid – murid disana.

"Bisa bahasa Thailand, tapi tidak lancar, terlebih mereka disana menggunakan bahasa Melayu Patani, dan bahasa Thailand, jadi Amel gunakan kedua bahasa itu untuk berkomunikasi," ucapnya.  Pada masa mendatang terkait pendidikan, Amel berharap Indonesia bisa lebih baik sumber daya manusianya, semua itu dapat tercapai menurunya harus dimulai dari sekarang dengan meningkatkan mutu pendidikan. (hms/frn)