Mahasiswa Unmul Siap Lakukan Pengabdian


Selasa, (25/07). Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M), Universitas Mulawarman (Unmul) secara simbolis melakukan penyerahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 43 tahun 2017 dari pihak Universitas kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan dilanjutkan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur (Kaltim).

Ratusan mahasiswa memadati Ruang Serbaguna Lantai Empat Rektorat Unmul tempat acara berlangsung, mereka merupakan para calon pengabdi masyarakat dari kampus Unmul yang siap melakuan program-program kerja di wilayahnya masing-masing. Serah terima ditandai dengan penandatanganan berita acara.

Gubernur Kaltim dalam sambutan tertulis menyatakan selama melaksankan tugas, para mahasisa KKN akan berada di tengah-tengah masyarakat desa maupun kelurahan serta instansi, tentunya dari sana nanti akan didapatkan manfaat praktis dari masyarakat sekitar.

Mahasiswa dituntut pula untuk mencari solusi pemecahan masalah yang dihadapi di lapangan. Meski begitu, menurutnya tidak semua masalah bisa diselesaikan, namun dengan masalah tersebut akan dapat menambah wawasan, pengalaman dan pengetahuan bagi mahasiswa.

“Untuk itu hasil KKN nanti diharapkan bisa dijadikan evaluasi dan kajian bagi instansi terkait, sesuai dengan kondisi dan tuntutan masyarakat. Sesuai dengan tujuan Pemprov untuk menjadikan Kaltim Sejahtera, disadari tidak akan tercapai tanpa partisipasi semua pihak terutama Perguruan Tinggi,” ungkapnya, dalam naskah sambutan yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat, H. Edi Kuswadi, SE., MM.

“Oleh karena itu, program KKN harus terus dilaksanakan. Jadilah pelopor dan penggerak masyarakat dalam mewujudkan pembangunan. Wujudkan cita-cita pembangunan Kaltim untuk masyarakat yang lebih baik, makmur dan sejahtera,” tambah alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmul itu.

Bertindak mewakili Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Mustofa Agung Sardjono menjelaskan KKN merupakan penerapan teori-teori yang didapatkan di kampus. Diperlukan juga sebuah kreativitas yang terkadang diluar dari teori yang dipelajari, karena terkadang banyak hal di masyarakat yang tidak bisa dijawab dengan teori dan belum bisa dijelaskan secara ilmiah seperti yang sering mahasiswa lakukan di kampus.

“Saya sangat harapkan para mahasiswa agar betul-betul memanfaatkan kesempatan yang sudah diberikan pemerintah daerah untuk membantu Pemda dalam melakukan pemberdayaan masyarakat,” imbuhnya.

Pemberdayaan masyarakat dijelaskannya, merupakan upaya memunculkan kesadaran, juga kapasitas masyarakat agar bisa menyelesaikan persoalannya. “Jadi mahasiswa wajib bisa memberikan inspirasi di lingkungan masyarakat. Kami memohon juga para pemimpin daerah setempat kiranya kami bisa difasilitasi dan mengawasi serta mambantu mahasiswa kami saat melakukan pengabdiannya nanti,” urainya.

Sebelumnya, Ketua LP2M Unmul, Prof. Dr. Susilo., M.Pd dihadapan mahasiswa mengatakan bahwa KKN akan memberikan pembelajaran yang logis bagi mahasiswa dan masyarakat. “Mahasiswa dianggap tahu semuanya, namun tidak boleh sok tahu,” katanya. Pembelajaran di masyarakat diungkapkannya sangat berbeda dengan pembelajaran di kampus. Selain itu, dinamika kelompok patut juga diperhatikan para peserta KKN karena berpengaruh besar pada aktivitas sehari-hari. (hms/frn)