Mahasiswa Unmul Penerima Bidikmisi Ikuti Seminar Motivasi dan Soft Skill Pengembangan Diri


Meningkatkan semangat dan pengembangan karakter (soft skill) dapat dilakukan dengan berbagai hal. Satu diantaranya adalah dengan seminar dan pelatihan pengembangan diri. Hal tersebutlah yang dilakukan Universitas Mulawarman (Unmul) kepada mahasiswa penerima Bidikmisi jalur SBMPTN tahun 2017, Sabtu (25/11).

Terselenggara di Ruang Serbaguna Rektorat Unmul, acara ini diikuti penuh antusias ratusan peserta yang hadir. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unmul, Dr. Ir. Encik Akhmad Syaifudin, MP, mengatakan dengan digelarnya acara ini, diharapkan para peserta nantinya punya bekal baru bukan sekadar kuliah diruang kelas, tetapi mempunyai kemampuan untuk mengembangkan karakter.

“Tujuan acara hari ini adalah untuk memberikan keterampilan kepada ananda semua. Ini berupa soft skill, yaitu keahlian yang tidak ada mata kuliahnya. Diantaranya misalnya kejujuran, kepemimpinan dan banyak contoh lainnya,” tuturnya.

“Kami berharap materi ini bisa sebagai bekal untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan menunjang di perkuliahan ananda semua,” imbuh Dr. Encik mengakhiri sambutannya.

Pada sesi pertama, Drs. La Hasan, M.Si selaku Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unmul memaparkan tentang selayang pandang bidikmisi. Mulai dari history, komponen biaya hingga aturan sanksi yang berlaku bagi penerima bidikmisi.

“Bidikmisi adalah bantuan pendidikan, berbeda dari beasiswa yang berfokus pada memberikan penghargaan atau dukungan dana terhadap mereka yang berprestasi, bidikmisi berfokus kepada yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi. Walaupun demikian, prestasi juga merupakan salah satu syarat pagi penerima program ini,” jelasnya.

Tak hanya itu, para peserta juga mendapat suguhan paparan dari narasumber yang inspiratif. Diantaranya dari Staf Khusus Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unmul, Aditya Irawan, S,Pi., M.Si yang memberikan materi tentang konsep diri, pengembangan diri, pengenalan PKM, dan pengenalan organisasi kemahasiswaan.

Serta Wahyuana Firdaus, ST., RFP yang berbagi mengenai Public Speaking. Ia mengatakan ada tiga kiat yang harus diperhatikan saat berbicara di depan umum. “Pertama berbicaralah dengan gayamu sendiri dan percaya diri, kemudian berbicara dengan cinta dan rasa peduli, serta berbicara dengan semangat untuk berbagi,” bebernya.

“Tiga hal tersebut yang akan membuat kita enjoy berbicara di depan umum. Sukses bukan lah tentang kita membandingkan diri kita dengan orang lain, tapi sukses itu adalah bagaimana diri kita bisa bertumbuh lebih bak dari sebelumnya,” pungkasnya. (hms/rob)