Mahasiswa HI Fisip Cermati Fenomena Politik Negara Asean


Kuliah umum yang berfokus pada sesi diskusi tersebut, disampaikan oleh seorang ilmuan politik dan sejarawan dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Prof. Farish Ahmad Noor. Pria yang menjabat sebagai Direktur Doctorate Studies di Rajaratnam School of Internasional Studies (RSIS) itu, berkunjung ke Unmul juga dalam rangka menjalankan penelitian tentang sosio budaya dan politik kontemporer di Kalimantan Timur (Kaltim).

“Fokus penelitian saya pada politik dan ruang sosial kontemporer di Negara-negara Asean dewasa ini, dan nanti saya ingin mewawancara seberapa tokoh-tokoh, ahli dan dosen yang menjalankan penelitian dan riset serupa,” ungkapnya dalam bahasa Melayu.

Selain itu, dijelaskan keturunan jawa dan eropa ini, setelah menulis beberapa buku tentang fenomena politik yang fokus ke Negara Malaysia, Indonesia dan Thailand, dirinya juga ingin meneliti dimensi politik lokal Kaltim dan realisasinya dengan politik Nasional Indonesia. “Apalagi dalam konteks musim pemilu dan pilpres yang sedang berlaku sekarang ini,” pungkasnya.

Dalam sesi diskusi yang disambut hangat mahasiswa ini, Prof. Farish juga memperkenalkan RSIS sebagai salah satu Departemen di NTU Singapura, serta membuka kesempatan beasiswa untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan studi mereka ke jenjang S2 dan S3 ke Singapura.

Seperti diketahui, NTU menduduki peringkat rangking ke 7 dalam daftar 100 universitas terkemuka di Asia, juga menjadi salah satu incaran tujuan studi bagi banyak pelajar di seluruh dunia. Direncanakan, Prof. Farish dan asistennya M.Toha Rudin akan berada di Kota Samarinda hingga tanggal empat Juni mendatang untuk melaksanakan penelitiannya.

Sebelumnya, acara sehari ini dibuka oleh Rektor Unmul yang diwakili Kepala Biro Administrasi Perencanaan Kerjasama dan Sistem Informasi (BAPKSI), Drs. H. Irianto, SH serta dimoderatori oleh Kepala Sub Bagian Kerjasama Luar Negeri, BAPKSI Unmul, Afra Tustini Ekawati, S.Pd., M.Si. (hms/frn)