Langkah Mahasiswa Unmul Terhenti di Babak 32 Besar (Perdelapan Final) NUDC Tingkat Nasional


Mahasiswa Unmul yang tampil di NUDC tingkat nasional terhenti di babak 32 besar (perdelapan final) dikategori maindraw. Sebelumnya, Virhans dan Farezha mengikuti babak penyisihan ke-1 hingga babak penyisihan ke-7. Setelah babak penyisihan ke-7, barulah dewan juri mengumumkan tim atau 32 perguruan tinggi yang berhak lolos ke babak 32 besar dari 112 perguruan tinggi antara lain, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Universitas Andalas (Unand), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Tadulako (Untad), Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Sriwijaya (Unsri), Universitas Bina Nusantara, Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Syiah Kuala, Universitas Brawijaya (UB), Universitas Bengkulu, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Universitas Indonesia (UI), Politeknik Negeri Bandung, Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Mulawarman (Unmul), Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Sanata Dharma, Universitas Teknokrat Indonesia, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Universitas Ahmad Dahlan, dan Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR).

Setelah babak penyisihan ke-7, Virhans dan Farezha ikut ke putaran 8 hingga 9 dalam 32 besar atau perdelapan final atau istilah didalam kompetisi ini octofinal. Namun, keikutsertaan mereka di babak 32 besar atau perdelapan final atau octofinal ini tidak sampai ke babak 16 besar atau perempat final atau quarterfinal.

Seperti diketahui, Mahasiswa Unmul yang mengikuti kegiatan NUDC tingkat nasional ini yakni, Virhans Dipa Alanson dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Farezha Achmady Shadin serta Amedea Cathriona Maharia keduanya dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Virhans Dipa Alanson dan Farezha Achmady sebagai debater dan Amedea Cathriona Maharia sebagai n-1 adjudicator.

Dosen Unmul yang ikut serta mendampingi Mahasiswa Unmul, Yuniarti, M.Si mengungkapkan bahwa Mahasiswa Unmul yang ikut NUDC Tingkat Nasional tahun ini merupakan pencapaian yang terbaik dalam sejarah tim debat bahasa Inggris Unmul di tingkat nasional. “Sebelumnya belum pernah ada yang mencapai dikategori maindraw dan menembus 32 besar,” tutur dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI).

Sementara itu, Farezha Achmady Shadin Mahasiswa Unmul yang tampil diajang ini mengatakan bersyukur atas apa yang telah dicapai pada NUDC tahun ini. “Dengan berbekal pengalaman tahun ini saya akan menyiapkan diri untuk lebih baik lagi ditahun depan jika terpilih lagi mewakili Unmul di tingkat nasional,” kata mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) semester tiga ini. (hms/zul)

 

Laporan Langsung Staff Humas Unmul Sulkarnain, S.I.Kom dari Kota Semarang, Jawa Tengah