Koordinator Prodi Fakultas Ikuti Pelatihan Pengisian Borang Prodi


Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Mulawarman (UNMUL) mengadakan Pelatihan Pengisian Borang Program Studi (Prodi) yang dihadiri oleh Koordinator Program Studi ataupun penyusun borang dari berbagai fakultas yang ada di UNMUL. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Serbaguna Lantai Empat Rektorat UNMUL ini di gelar selama 2 hari, dari hari Senin hingga Selasa (5-6/11).

Rektor UNMUL yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Mustofa Agung Sardjono mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat penting dilakukan oleh LP3M UNMUL. Pengisan borang prodi tidak hanya berlangsung 5 tahun sekali tapi isi yang paling penting adalah bagaimana cara kita membudayakan mutu atau kualitas dari prodi sebagai ujung tombak kegiatan bukan hanya pendidikan tapi juga penelitan dan pengabdian masyarakat, satu hal yang utuh yang ada di Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Saya kira hal yang sangat penting didalam penjaminan mutu adalah bagaimana kita terus meningkatkan mutu dari prodi yang saya katakan tadi sebagai ujung tombak. Kami sangat berharap bahwa di prodi itu betul-betul yang namanya data informasi itu selain datanya tidak macam-macam, ada akurasi data yang bisa kita pertanggungjawabkan dan tersimpan dengan bagus,” tutur Prof. Agung.

Kegiatan pelatihan pengisian borang prodi diisi oleh narasumber dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. Sudarsono, M.Sc. Dalam paparannya Prof. Sudarsono menjelaskan mengenai dalam penyusunan borang hal yang harus diperhatikan yaitu, gunakan “bahasa” borang, pahami istilah, perhatikan kurun waktu data yang disajikan serta hindari plagiarism. “Bahasa borang yang baik adalah yang mengungkapkan kondisi prodi sebenarnya tentang: apa yang telah dikerjakan, apa yang telah dicapai, apa yang telah dipunyai, siapa yang mengerjakan, dan siapa yang berpartisipasi serta yang memudahkan assesment dan meyakinkan,” tegas Prof. Sudarsono.

Sedangkan pemahaman istilah lanjut Prof. Sudarsono, pernyataan visi memuat: keinginan unit untuk menjadi apa, di tingkat apa, di bidang apa dan perkiraan waktu pencapaian, visi dibuat berdasar pada sumber daya yang dipunyai agar realistik, gunakan kata yang tidak bermakna ganda. “Misi prodi adalah melaksanakan tri dharma perguruan tinggi gunakan kata kerja. Tujuan dan sasaran mengungkapkan hal atau kondisi yang ingin dicapai berdasarkan misi yang dilakukan untuk mewujudkan visi. Gunakan kata benda atau sifat yang terukur serta sajikan pula tata waktu pencapaian sasaran. Visi, misi, tujuan dan sasaran harus saling terkait. Penyusunan keempat pernyataan tersebut melibatkan stakeholders internal dan eksternal. Keempat pernyataan tersebut telah termuat dalam dokumen terdahulu,” urainya. (hms/zul)