KAIB X: Wadah Pemersatu Perguruan Tinggi di Borneo


Diikuti Tiga Negara: Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam

Sejumlah acara digelar dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-55 Universitas Mulawarman (Unmul). Satu diantaranya adalah gelaran event Internasional. Yakni Konferensi Antarabangsa Islam Borneo (KAIB) X Tahun 2017. Kampus Hijau, sebutan Unmul dipilih sebagai tuan rumah yang diikuti negara serumpun seperti Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Konferensi tahunan ini memasuki tahun kesepuluh sejak dimulakan pertama kali di Sarawak pada 2008 silam. Tahun ini, mengambil tema “Tamadun Islam di Kepulauan Borneo: Impak Terhadap Pengembangan Ummah Wasatiyyah” acara terlaksana selama dua hari, 25-26 September 2017. Sebelum memulai konferensi, para tamu yang telah hadir lebih awal mendapat jamuan makan malam oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Timur di pendopo lamin etam, Minggu (24/09).

Ketua Panitia KAIB X Prof. Dr. H. Rahmat Soeoed, MA mengatakan agenda ini menghadirkan 9 keynote speaker, diikuti 102 presenter, dan 150 participant dari Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. “Agenda ini bertujuan untuk menemukan khazanah keislaman yang kelak menjadi poros kekuatan di Borneo. Upaya itu bisa dilakukan dengan riset dan penelitian, karena itu pelaksanaanya harus dari kalangan perguruan tinggi,” ucapnya.

Kalau berbicara peradaban, lanjut Prof. Rahmat itu meliputi pengetahuan, sains dan teknologi. Jadi ini berbicara tentang peradaban Islam. “Dalam sejarah, Islam berkembang di Eropa pada abad ke-7 hingga abad ke-15. Bahkan bisa menguasai Benua Biru kala itu. Berkaca dari hal tersebut, potensi kekuatan Islam di Borneo coba digali. Mulai segi teknologi, sains dan pengetahuan,” imbuhnya.

“KAIB diharapkan menjadi wadah pemersatu jalinan kekuatan perguruan tinggi di Borneo. Karena kegiatan ini digagas oleh cendikiawan muslim yang diharapkan nantinya bisa melahirkan karya-karya agung yang berdampak pada kemaslahatan umat di Borneo dan dunia pada umumnya,” bebernya.

Ucapan terimakasih dan penghargaan turut disampaikan Rektor Unmul, Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si dalam sambutannya. “Atas nama pimpinan tentu sangat berbahagia dan berterimakasih karena selain berkumpul para pakar yang ahli dibidangnnya, secara khusus perkembangan islam di Borneo. Juga berkaitan dan bertepatan dengan usia lembaga kami, yaitu Unmul yang memasuki usia ke-55 tahun,” tuturnya.

Apresiasi pun ditunjukan oleh Rektor Universiti Teknologi MARA Sarawak Malaysia, Prof. Dato Dr. Jamil Hamali. Ia mengaku bersyukur kegiatan ini telah mencapai gelaran kesepuluh dan telah menjajal seluruh wilayah di Kalimantan. “Kali ini kita bekerja sama di Kaltim, terutama Universitas Mulawarman yang kebetulan sedang merayakan Dies Natalis ke-55. Ini wujud kerja sama dengan rekan-rekan universitas seluruh kepulauan Borneo, termasuk universitas di Brunei,” sebutnya.

Konferensi ini, lanjut Prof. Jamil, untuk melihat kiat-kiat tepat membuat penelitian tentang Islam di Kepulauan Borneo. “Alhamdulillah banyak perkara yang bisa dibuat riset atau kajian dan dibentangkan dalam konferensi ini. Tahun depan, inshaAllah tuan rumahnya adalah IAIN Pontianak untuk meneruskan KAIB XI,” pungkasnya. (hms/rob)