Investasi Kaum Muda, Dibahas dalam Sarasehan Kependudukan


Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, H. Yenrizal Makmur, SP., MM saat memberikan laporannya menyatakan bonus demografi diprediksi para ahli sebentar lagi akan dihadapi oleh bangsa Indonesia di sekitaran tahun 2020 sampai 2030. Dalam sarasehan tersebut, ia mengatakan bonus demografi terjadi dimana penduduk dengan umur produktif sangat besar sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut tidak terlalu banyak.

Menurutnya, sarasehan kependudukan yang dilaksanakan kedua kalinya di kampus Unmul itu mempunyai tujuan memberikan informasi kepada kaum muda, betapa pentingnya peranan generasi muda dalam menyongsong bonus demografi.

“Konsekuensi yang dihadapi untuk menyambut bonus demografi adalah harus meningkatkan kualitas diri agar dapat mengisi jendela kesempatan dari bonus demografi serta para kaum muda memiliki rasa percaya diri dan kompetensi yang siap bersaing dengan Negara-negara maju,” katanya.

Pembantu Rektor III Unmul, Prof. Dr. Ir. H. Helminuddin., MM yang didaulat membuka acara selain menyampaikan profil Unmul dihadapan ratusan peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa, turut pula menyatakan bahwa isu yang berkaitan dengan bonus demografi Indonesia sudah ramai dibicarakan.

“Ada hal yang penting dalam isu tersebut, karena dalam beberapa pertemuan dalam hal terkait, muncul banyak pertanyaan siapkan kita menyongsong era tersebut. Pertemuan kali ini saya rasa bisa menjawab pertanyaan-pertanyan itu,” kata Pejabat universitas yang dikenal akrab dengan mahasiswanya itu.

Sementara itu, sebagai narasumber di kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WITA ini diisi oleh narasumber dan pembicara utama yaitu Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN, Dr. Wendi Hartanto yang membawakan materi “Meneropong Kaum Muda Indonesia di Masa Depan”, selain itu ada pula pembicara lainnya seperti Kepala BNN Kaltim, Kombespol drg. Agus Gatot Purwanto, Staf Ahli Gubernur Katim, Dr. H. Sigit Muryono., M.Pd, Pemerhati Kaum Muda PKBI Kaltim, Choiril Taufik, dan Perwakilan Kaum Muda/Youth Advisory of UNFPA, Muhammad Ami. (hms/frn)