Inilah Syarat Merekrut Hakim Potensial


“Para calon hakim harus memahami penuh prinsip dasar yang terdapat dalam keputusan bersama No. 047/KMA/SKB/IV/2009 dan 02/SKB/P.K.Y/IV/2009 yang diimplementasikan dalam 10 aturan perilaku, yaitu berperilaku adil, berperilaku jujur, berperilaku arif dan bijaksana, bersikap mandiri, berintegrasi tinggi, bertanggung jawab, menjunjung tinggi harga diri, berdisiplin tinggi, berperilaku rendah hati, dan bersikap professional,” kata salah satu anggota Komisi Yudisional (KY) RI, Dr. Taufiqurrohman Syahuni, SH., MH saat membawakan materi status hakim dan sistem rekruitment hakim pada seminar perminatan dan penjaringan bakal calon hakim potensial tahun 2014.

Kegiatan yang bertempat di Ruang Serbaguna Rektorat Universitas Mulawarman (Unmul), Sabtu (29/08), merupakan hasil kerjasama Biro Rekruitment, Advokasi dan Peningkatan Kapasitas Hakum Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial RI dan Fakultas Hukum (FH), Unmul yang bertujuan meningkatkan minat dan partisipasi publik dalam memilih hakim.

Menurutnya, salah satu misi konstitusional KY adakah melakukan pembaruan dalam penyelenggaraan seleksi calon hakim agung, dan perkembangannya termasuk seleksi calon hakim Ad Hoc di Mahkamah Agung (MA), serta seleksi pengangkatan Hakim (tingkat pertama).

“Orientasi utama KY dalam proses seleksi pengangkatan hakim (tingkat pertama) adalah menghasilkan calon-calon hakim yang memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela, adil, professional dan berpengalaman di bidang hukum,” ujar dosen Universitas Diponegoro ini.

Pembantu Rektor (PR) I, Prof. Dr. H. Afif Ruchaemi., M.Agr, Sc sebelum membuka acara secara resmi berpesan kepada seluruh peserta yang merupakan mahasiswa FH Unmul terpilih dengan indikator IPK diatas tiga, bisa memanfaatkan kesempatan yang baik sebagai tambahan pengalaman selain bekal teori yang di dapat di dalam kelas selama proses perkuliahan.

“Terima kasih untuk KY karena sudah mempercayakan kerjasama dengan universitas kami. Sudah barang tentu ini adalah kesempatan yang baik. Seminar hari ini memiliki makna strategis karena akan merekrut hakim bukan hanya pintar, tetapi berkepribadian yang baik. Ada stigma bahwa perekrutan hakim tidak transparan, tetapi pada hari ini hal tersebut di tepis melalui seminar yang disaksikan langsung oleh mahasiswa sendiri,” ungkapnya. (hms/frn)