FKM Bersama BPJS Kesehatan Sosialisasikan Program JKN


Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi Mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) bertajuk Gerakan Mahasiswa Sehat Melalui Program JKN kerjasama BPJS Kesehatan dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unmul sukses digelar.

Ribuan mahasiswa dari berbagai Fakultas memadati GOR 27 September Unmul, Senin, (04/09) untuk menyimak pemaparan materi dari perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, dan Badan Nasional Narkotika (BNN) Kaltim. Satu pemandangan yang menarik antusisme mahasiswa dalam kegiatan ini adalah hadirnya Brand Ambassador BPJS Kesehatan, I Gusti Agung Rai Kusuma Yudha, atau yang lebih dikenal dengan nama Ade Rai.

Koordinator Acara, Subirman, SKM., M.Kes menjelaskan, FKM diberi amanah selaku pelaksana dari kegiatan ini. Serta sebagai upaya sinergitas antara BPJS dan Unmul dalam peningkatan cakupan kepersertaan menuju Universal Health Converage (UHC), untuk Indonesia yang lebih sehat.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman dan edukasi terkait pentingnya memiliki jaminan kesehatan, terutama yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS kesehatan dan mengajak masyarakat kampus untuk selalu hidup sehat melalui program JKN-KIS,” jelasnya.

Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan informasi yang komprehensif sehingga cakupan kepersertaan semakin meningkat baik kepersertaan melalu jalur mandiri PBI dan non PBI. “Dengan memanfaatkan secara bijak melalui prinsip Gotong Royong semua Tertolong,” ungkap pria yang juga Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni FKM tersebut.

Deputi Wilayah Kaltim, Kalsel, Kalteng dan Kaltara BPJS Kesehatan, Dr. dr. Nimas Ratna Sudewi., MM., Ak menyatakan JKN-KIS merupakan asuransi terbesar di dunia yang mana di dalamnya merupakan warga negara Indonesia. Mewujudkan cita-cita jaminan kesehatan semesta paling lambat 1 Januari 2019 mendatang, BPJS Kesehatan jelasnya, telah menjajaki kerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Selain untuk memperluas cakupan kepesertaan, kerja sama tersebut diharapkan dapat mendorong perguruan tinggi untuk turut mengajak mahasiswa dan masyarakat sekitarnya untuk mengubah pola pikir tentang jaminan kesehatan.

“Mahasiswa sebagai agent of change diharapkan mampu berpartisipasi dalam mengajak masyarakat luas untuk ikut bergotong royong dalam program JKN-KIS,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Umum, Sumber Daya Manusia dan Keuangan Unmul, Dr. Ir. Abdunnur., M.Si sesaat sebelum membuka acara mengungkapkan, JKN bukan hanya program, namun merupakan sebuah kebutuhan masyarakat.

“Sehat bukan sebuah program, tetapi sehat adalah sebuah basic need bagi kita. Oleh karenanya, tentu kami sangat setuju dan sangat berkomitmen bagaimana mahasiswa menjadi strating point penggerak dalam kegiatan sosialisasi ini,” urainya.

Unmul saat ini dijelaskannya, dengan 38 ribu mahasiswa dapat menggerakan mahasiswanya sebagai agen perubahan untuk merubah pola pikir masyarakat dalam mendorong tingkat kesehatannya. Unmul pun ditegaskannya, akan membuat program tersebut, yang dikoordinasikan dengan BPJS.

“Saat ini Unmul juga sudah menjalankan program BPJS untuk para pegawai, merupakan bentuk komitmen melindungi kesehatan bagi seluruh pegawai Unmul. Meski begitu, yang belum terwujud saat ini yakni BPJS kesehatan yang diperuntukan untuk mahasiswa Unmul. Namun, hal tersebut tentu terlebih dahulu perlu dibicarakan dan koordinasi khusus menyangkut pembiayaan yang dibutuhkan” harapnya.

Budaya hidup sehat diakuinya, sangat tepat dimulai dari Perguruan Tinggi, dan sangat tepat pemerintah melalui JKN-KIS dimulai dari PT, karena PT merupakan indikator pembangunan, dalam hal ini pembangunan kesehatan masyarakat. “Kami di Unmul berupaya mensukseskan program ini dengan berupaya mengimplementasikan budaya sehat bagi mahasiswa. Tidak hanya sehat tetapi juga cerdas,” tutupnya.

Tidak ketinggalan, disesi pemaparan materi Brand Ambassador BPJS Kesehatan, Ade Rai memberikan edukasi pola hidup sehat yang dapat diterapkan dalam keseharian. Pria yang dikenal sebagai binaragawan itu juga mempresentasikan materi aktifitas peningkatan kecerdasan akan pola hidup seha masyarakat, pola makan dan nutrisi masyarakat, manfaat olahraga bagi masyarakat, pentingnya pemulihan dan sosialisasi program JKN KIS. Hingga mengajak mahasiswa melakukan latihan gerak pengencangan otot rangka. (hms/frn)