FIM 19 Kembalikan Optimisme Pemimpi(n)


oleh Hanna Pertiwi, FKIP Unmul 2013

Mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai kegiatan adalah salah satu cara untuk tetap berada di lingkungan yang produktif dengan berbagai kegiatan positif. Tak sedikit program pelatihan kepemimpinan dengan menguatkan pondasi character building diselenggarakan oleh berbagai instansi swasta ataupun negeri.

Forum Indonesia Muda (FIM) merupakan salah satu  forum yang konsisten dalam membangun karakter dan meningkatan kompetensi pemuda untuk berkontibusi bersama.  FIM yang didirikan oleh Elmir Amin dan Tatty Elmir telah berdiri sejak tahun 2003. Dengan syarat usia 18-30 tahun, FIM mempunyai berbagai jalur masuk, yaitu next generation, campus leader, local leader, young expert, young professional, influencer dan public servant. Next generation berhasil diraih oleh tiga orang mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) yaitu Hanna Pertiwi (FKIP 2013), Hikam Mubarok (FISIP 2014), dan Iffa Nur Fahmi (FISIP 2011).

Mereka telah melalui proses seleksi yang cukup panjang, antara lain seleksi berkas (Esai dan proyek sosial), video profil diri, dan wawancara. Dari total 6.611 pendaftar seluruh Indonesia, terpilih 168 orang peserta untuk mengikuti pelatihan pada 25-29 Oktober 2017 di Cibubur, Jakarta Timur lalu. Pelatihan ini dikemas dalam bentuk diskusi, simulasi, workshop, games, outbond, serta unjuk ekspresi. Banyak inspirasi yang didapat dari pemimpin hebat di negeri ini yang berkesempatan menjadi narasumber, di antaranya Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta), Sudirman Said (Menteri ESDM RI 2014-2016), Indra Sjafri (Pelatih TIMNAS U-19), Elly Risman (Direktur Yayasan Kita dan Buah Hati), dan Bambang Widjojanto (Wakil Ketua KPK 2011-2015).

Disini peserta belajar bahwa jika ingin menggapai cita, kita harus mengenal diri kita siapa dan masa lalu kita bagaimana. Jangan tidak melangkah karena terbelenggu dengan hal kelabu di masa lalu. Selain itu, FIM membuat kami sadar bahwa tidak seharusnya kita saling melemahkan. Jiwa kepemimpinan di masa kini, bukan dengan menjatuhkan tapi menguatkan. “If you want to be strong, make other stronger”. Pemuda harus memiliki optimisme dalam membangun bangsa dan yakin bahwa Indonesia patut diperjuangkan bukan ditinggalkan. Bergerak dan berperan dibidang masing-masing, karena kita tidak bisa ambil semua peran. Tapi kita bisa menjadi pemenang.

Indonesia memiliki ribuan asa dan jutaan pemimpin hebat yang tak sekadar bermimpi besar. Pemimpi dan Pemimpin adalah kedua hal yang tak dapat dipisahkan, pemimpin tidak akan ada jika ia tidak punya mimpi. Pemimpin harus memimpin mimpinya, karena ia lah nahkodanya. Namun banyak diantara kita hanya menjadi pemimpi bukan pemimpin dikarenakan adanya overload information yang ingin selalu update informasi tapi berakhir dengan tumpukan ide dan tidak mengaplikasikannya sama sekali. Mulai dari sekarang, mulai dari diri sendiri. Tidak muluk-muluk mengubah negeri, ubah saja diri sendiri untuk menjadi lebih baik lagi.

Kita pemimpin yang tak sekadar bermimpi! Semangat pemuda Indonesia. Kita pasti bisa buat Indonesia bangga. (*han/hms/rob)