Faperta Unmul Gelar Berbagai Kegiatan di HUT ke 55


Kerjasama dengan Berbagai Instansi Hingga Diskusi Publik

Tepat tanggal 20 April 2017, Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Mulawarman (Unmul) memasuki usia ke 55 tahun. Dengan usia tersebut Fakultas tertua di universitas ini telah menghasilkan ribuan alumni. Seperti diutarakan Dekan Faperta Dr. Ir. H. Rusdiasyah saat membuka serangkaian kegiatan peringatan hari jadi Faperta.

Saat ini, alumni Faperta diakuinya, turut ambil bagian dalam pembangunan Indonesia dan Kalimantan Timur secara khusus. Diungkapkannya saat ini para alumni dari berbagai angkatan tersebut banyak yang telah berhasil dan sukses sebagai petani, sebagai pejabat publik maupun struktural serta pengusaha.

Beberapa pejabat publik yang disampaikan Dekan seperti diketahui misalnya, Gubernur Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, mantan Bupati Kutai Timur, Dr. H. Isran Noor, mantan Walikota Bontang Ir. H. Adi Dharma, serta Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Dr. Ir. H. Rusmadi, MS dan masih banyak lagi.

Pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Faperta kali ini, panitia menyampaikan serangkaian kegiatan akan berlangsung selama dua hari dari 26 hingga 27 April. Adapun agenda pertama yang dilakukan civitas akademika Faperta yakni penandatanganan kerjasama bersama delapan institusi.

Institusi yang terkait adalah Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kaltim, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim, Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Kaltim, Dinas Ketahanan Pangan Kota Samarinda, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Kota Bontang, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kutai Timur dan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Widya Gama Mahakam, (UWGM) Samarinda.    

“Setelah penandatanganan kesepakatan kerjasama dilanjutkan dengan diskusi publik mengambil tema Sinergitas Pembangunan Pertanian Sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Padi, Jagung, Kedelai (Pajale) dan Daging diprovinsi Kalimantan Timur,” ungkap Ketua Panitia Dr. Hadi Pranoto., MP.

Diskusi publik dipandu oleh moderator sekaligus salah satu guru besar Faperta Unmul, Prof. Dr. Bernatal Saragih, M.Si. Pada pengantar diskusi, moderator menyampaikan dengan pertumbuhan ekonomi Kaltim pada tahun 2015 dan 2016 masih minus, sektor pertanian dalam arti yang luas harus bisa memacu pertumbuhan ekonomi kearah yang lebih baik.

Diutarakannya, Kaltim saat ini memiliki potensi lahan untuk usaha pertanian seluas 2.468.328 hektar (ha) yang terdiri dari potensi lahan kering seluas 1.846.328 ha dan lahan basah sekitar 622.000 ha. Potensi lahan tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendukung program nasional guna mencapai kemandirian dan swasembada pangan.

“Lahan yang kita miliki harus dioptimalkan pemanfaatannya untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan. Demikian pula lahan terlantar maupun eks lahan tambang dan kegiatan usaha lainnya," katanya.

Apalagi lanjutnya, Kaltim merupakan salah satu provinsi yang ditunjuk menyukseskan pencapaian ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Kinerja seluruh subsektor pengembangan komoditas harus dioptimalkan baik peternakan dan pertanian tanaman pangan maupun perkebunan. 

Sedangkan, para pembicara dalam diskusi publik yang dihelat di Gedung Bundar Faperta tersebut, diantaranya Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortukultura Kaltim, Dr. Ir. H. Ibrahim, MP, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Kaltim, Dr. Ir. M Hidayanto, MP, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara, Sumarlan, SP, MP, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Kota Bontang, Ir. Hj. Aji Erlynawati, MT,        

Secara garis besar pokok pembahasan dalam diskusi ini adalah adanya penurunan jumlah petani di Kaltim dan Penurunan luas lahan oleh karena itu perlu program untuk mengatasi hasl tersebut untuk mengerakan khususnya alumni pertanian siap jadi petani yang handal. Permasalahan lahan terutama perlindungan lahan juga menjadi sangat penting agar penyusutan lahan semakin berkurang. Program diskresi terhadap lahan-lahan potensial yang perlu dikelola untuk menyukseskan swasembada pangan. 

Selain itu, program integrasi perlu digalakkan dalam suatu kawasan dengan beberapa kegiatan usaha pertanian. Misalnya, integrasi peternakan sapi di lahan kebun sawit ataupun eks lahan tambang termasuk integrasi tanaman jagung di perkebunan kelapasawit. Perlu komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan terlebih para kepala daerah untuk bersama-sama menyukseskan swasembada pangan di Kaltim.

Serangkaian kegiatan diskusi publik ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan sebagai bentuk syukur, dihari pertama peringatan HUT Faperta ini, panitia melanjutkan agenda kegiatan dengan acara lomba dan pameran.

Sementara dihari kedua panitia menggelar jalan santai, pameran/bazar, lomba-lomba seperti mancing, debat, essay, tenis meja dan hiburan lainnya. Pada akhir acara dilakukan pembagian doorprize dan penutupan secara simbolis oleh Dekan Faperta Unmul, Dr. Ir. H. Rusdiansyah, M.Si.