Fakultas Farmasi Unmul Galakan Pemanfaatan SDA Untuk Kesehatan


Simposium Nasional Kimia Bahan Alam (SimNasKBA) ke XXV dan 6th Mulawarman Pharmaceutical Conferences (6th-MPC)

Indonesia merupakan suatu negara yang diberkati dengan kekayaan keanekaragaman hayati, yang merupakan reservoir bagi bahan-bahan kimia yang potensial sebagai obat, bahan agrokimia, atau bahan baku industri. Selain itu, Indonesia yang dikenal beriklim tropis dengan temperatur tinggi dan lembab ditambah dengan tingginya intensitas matahari dan interaksi tumbuhan dengan serangga, memacu tumbuhan tersebut untuk menghasilkan senyawa-senyawa bahan alami yang potensial.

Hal tersebut disampaikan Dr. Iqbal Musthapa, M.Si, Ketua Himpunan Kimia Bahan Alam Indonesia saat pembukaan Simposium Nasional Kimia Bahan Alam (SimNasKBA) ke XXV dan 6th Mulawarman Pharmaceutical Conferences (6th-MPC), Selasa (07/11).

“Oleh karena itu, optimalisasi terhadap pemanfaatan sumber daya hayati khususnya tumbuhan tropis Indonesia sebagai penghasil bahan-bahan kimia yang berguna mutlak perlu dilakukan, selain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga diperlukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan,” ucap Dr. Iqbal.

Sementara itu, Ketua Panitia SimNasKBA-2017 dan 6th-MPC, Dr. Hadi Kuncoro, M.Farm., Apt menuturkan total jumlah peserta secara keseluruhan adalah 152 orang, yang terbagi menjadi oral presenter sebanyak 130 presenter, poster presenter sebanyak 10 presenter dan non presenter sebanyak 12 orang. “Jumlah pembicara undangan sebanyak 10 orang yang akan menyampaikan presentasinya selama 2 hari kedepan. Pelaksanaan simposium dilaksanakan selama 2 hari yakni dari tanggal 7-8 November 2017 dan workshop yang telah dilaksanakan pada tanggal 6 November 2017,” tuturnya.

Gelaran yang mengangkat tema “Peran Kimia Bahan Alam Dalam Penggalian dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam Indonesia Untuk Produk Farmasi yang Menyehatkan” ini sukses terselenggara di Gedung Auditorium Unmul. “Besar harapan saya semoga dalam simposium kali ini update mengenai penelitian dalam bahan alam dapat terdiseminasi, selain itu kerjasama antar keilmuan dalam pengembangan bahan alam dapat semakin erat bahkan kedepannya tidak hanya antar peneliti namun juga kerjasama dengan industri dan pemerintah serta comunity. Sehingga kedepannya riset terkait pemanfaatan bahan alam indonesia bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Indonesia demi kemandirian bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Laode Rijai, M.Si., menyatakan acara tahunan ini memiliki tiga output yang diharapkan. “Pertama pembiasaan tenaga pendidik dan mahasiswa menyelenggarakan dan mengikuti suatu Pertemuan Ilmiah. Kedua memberikan pengalaman kepada mahasiswa tentang penyelenggaraan suatu pertemuan ilmiah dan mempublikasikan hasil-hasil penelitian tenaga pendidik dan mahasiswa Fakultas Farmasi melalui majalah ilmiah milik Fakultas Farmasi yaitu Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry (JTPC) dan Jurnal Sains dan Kesehatan (JSK), serta prosiding,” sebut Dekan Fakultas Farmasi Unmul ini.

Oleh karena itu, lanjut Dr. Laode, hasil akhir seluruh artikel ilmiah peserta seminar akan dipublikasikan pada JTPC atau JSK atau Prosiding. “Dengan demikian pertemuan ilmiah ini kami menganggap sebagai perwujudan sekaligus Tri Dharma Penelitian, Pendidikan, dan Pengabdian Masyarakat yaitu menemukan atau mengembangkan keilmuan dan menyebarkannya kepada masyarakat,” urainya.

Rektor Unmul yang dalam hal ini diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat turut hadir membuka acara secara resmi. “Pada kesempatan ini saya menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Farmasi yang terus konsisten menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah, yang tentu saja saya mengharapkan terus meningkatkan kualitas pelaksanaan, terutama taraf nasional menjadi internasional sehingga komunikasi keilmuan menjadi lebih luas dan akhirnya cita-cita Universitas Mulawarman menjadi Word Class University akan terwujud,” ungkap Dr. Bohari Yusuf, M.Si.

“Selamat berseminar, insha Allah akan menjadi amal ibadah karena menyebarkan kebaikan kepada halayak yang berguna dalam kehidupan ini merupakan amal jariah,” pungkasnya. (hms/rob)