DPRD Kaltim Jaring Aspirasi Akademisi Unmul


Badan Pembentukkan Peraturan Daerah (Bapemperda), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melibatkan Universitas Mulawarman (Unmul) guna menjaring aspirasi para akademisi dalam Uji Publik Rancangan Peraturan Daerah tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di Wilayah Provinsi Kaltim.  

Ketua DPRD Kaltim, H. M. Syahrun. H.S sesaat sebelum membuka acara mengatakan uji publik yang berkerjasama dengan Perguruan Tinggi (PT) tersebut bertujuan memperoleh masukan untuk penyempurnaan subtansi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).

Agenda ini menjadi penting, karena kegiatan ini dijelaskannya merupakan sebuah bentuk transparansi. “Harapannya ketika menjadi Perda, bertindak sebagai payung hukum dalam penyalahgunaan narkotika,” katanya. Terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah bekerjasama,” tambahnya.

Dihadiri ratusan mahasiswa Unmul peraih beasiswa Bidikmisi, Urgensi Keberadaan Aturan di Daerah Tentang Fasilitasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika disampaikan oleh Ketua Bapemperda DPRD Kaltim, H. J. Jahidin, S.H., M.H. Dalam acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Senyiur, Kota Samarinda, Senin, (07/08) itu, penyalahgunaan narkotika dijelaskannya telah diklasifikasikan sebagai musuh bersama dan utama di Indonesia.  

Sebagai salah satu narasumber utama, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat, Dr. Bohari Yusuf., M.Si memaparkan fenomena perkembangan narkoba dan dunia kampus. Dalam slide presentasi berjudul Peran Perguruan Tinggi (PT) dalam Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkoba, ia menjelaskan peran PT dalam konteks implementasi Tri Dharma PT. Pada sektor pendidikan dan pengajaran, saat ini Unmul jelasnya telah mengaplikasikan kurikulum yang terintegrasi dalam setiap mata kuliah untuk hal pencegahan narkoba.

Di aspek penelitian dan pengembangan, Kampus Gunung Kelua sudah melakukan penelitian yang dilakukan dosen maupun mahasiswa terkait senyawa additive, dan senyawa berbahaya sebagai bentuk pencegahan beredarnya narkoba di kampus. Sedangkan dibidang pengabdian kepada masyarakat sosialisasi bahaya narkoba serta pencegahannya sudah disampaikan kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), penyuluhan dan workshop.

“Penyalahgunaan narkoba dapat terjadi pada siapa saja, lintas usia, profesi, dan tak memandang status sosial. Upaya pencegahan dan penanggulangan tidak dapat dilakukan secara sektoral, tetapi terpadu pada semua tatanan masyarakat. Pada institusi pendidikan seharusnya upaya pencegahan relatif lebih mudah dilakukan karena PT dengan keahlian professional yang dimilikinya hendaknya terus dilibatkan dalam upaya pencegahan di masyarakat,” imbuhnya.

Disisi lain, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Encik Akhmad Syaifudin., MP sebagai pembahas mengulas struktur Perda dari satu BAB ke BAB lain. Pimpinan universitas yang bertanggung jawab di bidang kemahasiswaan itu mengungkapkan narkoba saat ini sudah sangat membahayakan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara Republik Indonesia, dan menjadi satu di antara ancaman non militer yang sangat penting, oleh karena itu tidak mustahil kalau penyalahgunaan narkoba ini imbuhnya merupakan salah satu sarana dalam rangkaian kegiatan subversi. (hms/frn)