Dorong Pembangunan Wilayah Perbatasan, Kemenlu RI MoU Dengan Unmul


Alfred T. Palembangan selaku sekretaris Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kemenlu, mengajak untuk berkontribusi bersama dalam hal pembangunan Nasional. “Karena wilayah perbatasan kita lebih inferior dari negara tetangga, maka kita perlu mendorong pemerintah daerah untuk mau lebih memperhatikan wilayah perbatasan,” imbuhnya.

“Kemenlu tidak bisa langsung untuk membantu daerah perbatasan. Namun melalui sumbangsih pemikiran serta mengajak stakeholder yang terkait ini bisa menjadi alternatif,” tambahnya

Rektor Unmul, Prof. Dr. H. Masjaya., M.Si mengucapkan penghargaan dan terimakasih, kepada Kemenlu yang sudah melirik kerjasama dalam hal kajian khusus terkait wilayah perbatasan. “Ini merupakan momen yang sangat penting. Karena wilayah perbatasan yang ada di Kalimantan, baik dari timur sampai utara kondisinya Sangat memprihatinkan,” ujar Prof. Masjaya.

“Unmul mecoba memposisikan perbatasan yang ada di Kalimantan ini dengan Papua. Melalui Kemenristikdikti tahun ini akan ada progam beasiswa Afirmasi untuk daerah perbatasan,” tambahnya. “Harapannya kerjasama ini tidak berhenti disatu kegiatan, tapi bisa berlanjut ke kegiatan lainnya,” imbuh guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini.

Diketahui, dalam MoU tersebut kedua belah pihak bersepakat bahwa jangka waktu pelaksanaan kerjasama studi kajian ini selama enam bulan. (hms/rob)