Diskusikan Ancaman Nonmiliter, Kemhan Kaltim Kunjungi Unmul


Senin, (14/08), Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia (RI) untuk Provinsi Kaltim mengunjungi Universitas Mulawarman (Unmul). Diterima langsung oleh Rektor Unmul, Prof. Dr. H. Masjaya., M.Si di ruang tunggunya, maksud kunjungan ini adalah melakukan sosialisasi tentang Kajian Sinergitas Pembangunan  di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Guna Menghadapi Ancaman Nonmiliter dalam Rangka Mendukung Penyelenggaraan Pertahanan Negara.

Dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Encik Akhmad Syaifudin., MP bersama para Dekan. Pejabat Pelaksana Tugas Pokok (PTP) Kemhan Kaltim, Brigjen TNI, Rukman Ahmad, S.Ip.,M.S.S mempresentasikan tujuh dimensi ancaman Nonmiliter di Kaltim. Ketujuh dimensi tersebut diutarakannya yakni politik, ekonomi, sosial budaya, keselamatan umum, teknologi, legislasi dan ideologi.

“Pembahasan dalam pertemuan ini adalah meminta pandangan para akademisi tentang ancaman non militer di Provinsi Kaltim. Bagaimana upaya penanganan untuk mengatasinya, serta guna mendapatkan masukan untuk meningkatkan sinergitas semua pemangku kepentingan dalam mengatasi ancaman tersebut di Provinsi ini,” urai Rukman Ahmad.

Kajian serentak jelasnya,harus dilakukan dengan melibatkan universitas terkemuka di wilayah setempat. Setelah data-data yang diminta diinginkan lengkap sebuah Focus Group Discussion (FGD) akan digelar dan bekerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim. (hms/frn)