Cerita di Balik Banjir Samarinda


Wakil Walikota Samarinda, Nusyirwan Ismail memberikan penjelasan mengenai keadaan Kota Samarinda yang dilanda banjir dari tahun ketahun.

Sesuai dengan namanya, Samarinda yang diambil dari kata "Sama" dan "Rendah" menggambarkan betapa kota ini memiliki kontur tanah yang rendah, selain itu pula Samarinda memiliki sifat tanah yang berpasir sehingga resapan kebawah menjadi sangat tidak efektif.

Ini yang membedakan kota Samarinda dengan kota-kota di pulau Jawa, di Pulau Jawa, sifat tanah resapan nya lebih baik sehingga media resapannya sampai hingga ke bawah.

"Landmark Kota Samarinda dulu dan sekarang sudah sangat berbeda, dulu di daerah Jalan Hidayatullah dan Agus Salim, paritnya masih bisa dilalui perahu," ungkap Nusyirwan.

Lebih lanjut Nusyirwan menjelaskan, penanggulangan banjir yang terjadi di Samarinda sebenarnya juga bergantung pada kendali tata ruang di kabupaten/kota lainnya, terutama yang berada di sisi sungai Mahakam, pendangkalan sungai Mahakam berasal dari hulu menuju ke hilir.

"Artinya, tanggung jawab penanggulangan banjir harus mensinergikan kendali tata ruang dari Samarinda dan beberapa kabupaten kota lain, disini susahnya, karena masing-masing Kabupaten/Kota memiliki kendali tata ruang yang belum jelas," tambahnya.

"Masalah penanggulangan banjir juga bukan berasal dari sifat tanah maupun landmark saja,  tapi juga dari pendanaan, pendanaan sudah ada namun realisasi di lapangan yang selalu menghadapi kendala, terutama terkait pembebasan lahan," tambah pria lulusan Institute Teknologi Surabaya (ITS) tahun 1983 silam ini.

"Namun satu hal yang paling utama dari permasalahan banjir ialah, kesadaran masyarakat yang sangat kurang terhadap kebersihan lingkungan, membuang sampah dimana-mana, terutama di sungai menjadi salah satu penyebab pendangkalan anak-anak sungai Mahakam," tutup Nusyirwan.

Pemaparan Wakil Walikota Samarinda ini dilakukan di hadapan puluhan mahasiswa, dan undangan yang berasal dari LSM, pemerhati lingkungan, serta Badan Lingkungan Hidup pada acara Talk Show dengan tajuk "Cerita Di Balik Banjir Samarinda" hasil kerja BEM KM Universitas Mulawarman.

Acara ini dilaksanakan di Ruang Serbaguna Lantai 4 Rektorat Unmul, Kamis (3/12). Selain Wakil Walikota Samarinda, Talk Show ini juga menghadirkan pembicara dari Badan Lingkungan Hidup Ir. Fachruddin, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Provinsi Kaltim Dadang Airlangga, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kaltim Saiful Anwar, Akademisi Unmul Tamrin, ST., MT dan Staff Ahli Gubernur Kalimantan Timur Prof. Dr. Sigit Hardwinarto.