Cegah Banjir, Unmul dan TNI Tanam 1000 Biopori


Penanaman 1000 Biopori ini dimulai dengan upacara yang diikuti civitas akademika Unmul di halaman Rektorat. Hadir di kegiatan ini diantaranya Rektor Unmul Prof. Dr. H. Zamruddin Hasid, SE., SU, Dandim  09/01 ASN Samarinda Letkol Kav Dody Muhtar Taufik, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Samarinda Endang Liansyah yang mewakili Walikota Samarinda.

Biopori adalah metode alternatif resapan air yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Dr. Kamir R Brata, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor. Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian disebut dengan nama biopori.

Kepala BLH Samarinda Endang Liansyah dalam sambutannya mengungkapkan apresiasinya terhadap agenda kegiatan pada Jumat (26/9) pagi ini, selain karena biopori adalah salah satu cara mencegah banjir, juga karena akan bermanfaat hingga puluhan tahun ke depan.

"Kegiatan seperti ini akan terus kami dukung karena memang sangat bermanfaat, harus ada yang peduli dengan keadaan lingkungan yang semakin lama semakin memprihatinkan," ungkap Endang.

Sementara itu, Dandim 09/01 ASN Samarinda Letkol Kav Dody Muhtar Taufik yang pada kegiatan ini menyumbangkan pohon dan 1000 biopori mengucapkan terima kasih kepada civitas akademika untuk ikut berpatisipasi.

"TNI akan terus bersama masyarakat untuk terus sama-sama peduli akan lingkungan, kegiatan ini bukan hanya dilakukan pada saat HUT TNI saja, tapi akan dilaksanakan secara berkesinambungan," ucapnya.

Rektor Unmul Prof. Dr. H. Zamruddin Hasid, SE., SU dalam sambutannya mengatakan bahwa lingkungan hidup berpengaruh pada kehidupan itu sendiri, termasuk kehidupan manusia dan alam sekitarnya.

"Karena pohon itu baik untuk manusia, walaupun dia tidak seperti manusia, namun secara tidak langsung keduanya saling memberikan efek timbal balik," ucap Rektor.

"Pohon itu sehat, manusia butuh kesehatan untuk hidupnya, sedangkan pohon butuh lingkungan yang sehat pula untuk tumbuh, manusia yang bisa menjaga lingkungan itu tetap sehat," tutupnya.

Setelah upacara, acara kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon dan biopori di GOR 27 September Unmul, Rektor Unmul, Dandim 09/01 ASN Samarinda, dan Kepala BLH turut ikut menanam.

Acara ini juga tidak lepas dari peran serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unmul yang mempersiapkan acara, mengundang mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dan ikut menanam pohon dan biopori.