Bupati Kukar Bicara Kepemimpinan Dihadapan Mahasiswa


Kuliah Umum dan Penandatanganan MoU

Dunia akademik diharapkan melahirkan pemimpin visioner yang mampu menerawang ke masa depan dalam rangka memposisikan perguruan tinggi sebagai pelopor pembaharuan masyarakat. Dunia akademik juga diharapkan mampu melahirkan generasi inovatif yang selalu melakukan eksplorasi dan eksperimentasi dalam rangka mengembangkan pengetahuan yang bernilai tinggi.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Hj. Rita Widyasari, S.Sos., MM, Ph.D pada kuliah umum bertopik Menguak Masa Depan dengan Kepemimpinan Visioner Membangun Generasi Muda Inovatif.

Dalam konteks penyiapan generasi muda untuk menjadi pemimpin yang inovatif menurutnya definisi kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan seseorang atau sekelompok orang dalam mencapai tujuan organisasi dalam suatu situasi tertentu.

“Kepemimpinan adalah kemampuan lebih yang dimiliki seseorang untuk mempengaruhi orang-orang yang ada di lingkungannya sehingga mereka bersedia mencapai tujuan yang diinginkan. Seorang pemimpin harus bisa memberikan inspirasi, membujuk atau persuasi, mempengaruhi, dan memotivasi,” katanya pada kuliah umum berjudul Kau, Aku dan Masa Depan Kita.

Pemimpin masa depan, diutarakannya dihadapan ratusan mahasiswa yang memenuhi Ruang Serbaguna Lantai Empat Rektorat Universitas Mulawarman (Unmul), Rabu, (12/04), adalah seseorang yang dapat memenuhi beberapa aspek seperti berpikir jangka panjang, melihat keluar organisasi yang lebih besar, mempengaruhi orang lain selain kelompoknya, menekankan pada visi, nilai dan motivasi, cerdik dalam menilai situasi serta mampu berpikir dalam konteks perubahan dan pembaharuan.

Selain kuliah umum, ditempat yang sama juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Kukar dengan Unmul pada bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Rektor Unmul, Prof. Dr. H. Masjaya., M.Si menyatakan, tujuan kerjasama ini untuk memanfaatkan dan meningkatkan kemampuan sumber daya serta potensi yang dimiliki kedua belah pihak. Serta mensukseskan tugas-tugas pembangunan dan pemanfaatan teknologi di Kabupaten Kukar maupun pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Unmul.

Adapun ruang lingkup kesepakatan bersama ini meliputi pemanfaatan dan pendayagunaan sumber daya yang ada, meliputi aspek medikolegal, fasilitas sarana dan prasarana, pembiayaan serta SDM yang dimiliki.

“Tentunya merupakan sebuah kebanggaan, Unmul dikunjungi oleh Bupati berprestasi dan dapat memberikan kuliah umum dihadapan mahasiswa. Apalagi perguruan tinggi ini menggunakan nama dari kerajaan tertua yang berasal dari Kabupaten ini. Kehadiran ibu hari ini adalah berkah yang kami syukuri karena terkait dalam suatu kerjasama,” jelas Rektor.

Diusia Unmul yang  ke 55 tahun, tentunya Rektor berharap universitas yang dipimpinnya bisa mencapai tujuan yang diharapkan dalam visi perguruan tinggi ini. Dihadapan Bupati, Guru Besar dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik itu menyebutkan saat ini Unmul juga telah menghasilkan penelitian yang berdaya saing. Serta dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan daerah.

“Dengan potensi yang ada di Unmul melalui sumber daya manusia yang merupakan para akademisi Unmul dari berbagai disiplin ilmu, saya meyakini Unmul bisa banyak membantu pemerintah daerah melalu hasil kajian para akademisi kami serta dapat pula dimanfaatkan untuk program-program pembangunan ke depan,” tutur Rektor. (hms/frn)