Bersama Kejar Mutu Perguruan Tinggi, UNMUL Laksanakan Program PT Asuh


Seminar dan FGD: Implementasi SPMI Menuju Prodi Unggul

Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Mulawarman (UNMUL) menggandeng 11 Perguruan Tinggi (PT) negeri dan swasta di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Kalimantan Utara (Kaltara), ke 11 PT tersebut tergabung dalam PT binaan UNMUL. Mereka ialah Politeknik Sendawar, Kutai Barat, STIENAS Samarinda, Universitas Mulia, Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda, STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati Tarakan, STIPER Muhammadiyah Tanah Grogot, Akademi Bahasa Asing Colorado Samarinda, STMIK Indonesia Banjarmasin, Sekolah Tinggi Industri Bontang, Akademi Keperawatan YARSI, dan Akademi Pariwisata Nasional Banjarmasin.

Prof. Dr. Ir. Agus Sulistyo Budi, Ketua LP3M Unmul menjelaskan program ASUH PT Unggul ini merupakan program Kemenristekdikti dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi untuk membangun budaya mutu melalui pendampingan dalam membangun, melembagakan dan memfungsikan sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan. Program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2017, dan tahun 2019 merupakan tahun ketiga. Program ini sejatinya dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi Unggul (terakreditasi A) untuk melaksanakan pendampingan kepada perguruan tinggi lain dengan mayoritas prodinya terakreditasi C.

Lebih lanjut Prof. Agus menyatakan, pada tahun 2018 UNMUL telah melakukan pengasuhan pada 7 PT Asuh yang terdiri dari 21 prodi yang tersebar di 2 provinsi yakni Kaltim dan Kaltara, hasilnya 5 prodi telah meningkat dari Akreditasi C menjadi Akreditasi B, dan 6 prodi sedang dalam proses ter-Akreditasi, pada tahun 2019 UNMUL menjalankan program ini bersama 19 PT Asuh yang terdiri dari 20 prodi dan tersebar di 3 provinsi yakni Kaltim, Kalsel dan Kaltara.

“Seminar dan FGD  ini merupakan kegiatan awal dari serangkaian kegiatan proses pengasuhan, setelah ini akan dilaksanakan lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), kemudian akan ada magang PT Asuh di UNMUL, konsultasi jarak jauh dan supervisi PT Asuhan,” jelas Guru Besar di Fakultas Kehutanan UNMUL ini.

Sementara itu Rektor UNMUL Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si dalam sambutannya menjelaskan bahwa Kemenristekdikti berdasarkan pengalaman dalam pengelolaan peningkatan mutu pendidikan tinggi akhirnya mengeluarkan terobosan baru yakni program pendampingan atau Perguruan Tinggi Asuh. “Kunci utama dalam menjalankan Program PT Asuh ini ialah dilaksanakan dengan keteguhan dan kemauan yang keras, ikhlas dan sepenuh hati, dibarengi dengan kebersamaan di internal Perguruan Tingginya masing-masing,” ucap Masjaya.

“Saya berterima kasih kepada semua peserta PT Asuh, bersedia dan bersama kami untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Kalimantan. Ayo kita bersatu padu untuk mewujudkan impian kita bersama,” tutup Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UNMUL ini pada sambutannya yang sekaligus membuka Seminar dan FGD ini secara resmi.

Seminar dan FGD ini dilaksanakan di Ballroom Hotel Selyca Samarinda, dihadiri oleh pimpinan Perguruan Tinggi yang tergabung di program PT Asuh pada Rabu (22/5). Seminar ini menghadirkan 2 pembicara dari Universitas Mulawarman, yakni Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Mustofa Agung Sardjono dan Sekretaris LP3M, Dr. Hamdi Mayulu, S.Pt., M.Si.

Sementara itu, selain Seminar dan FGD juga dilaksanakan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara UNMUL dan 11 Perguruan Tinggi yang tergabung dalam program PT Asuh. Setelah itu semua peserta program PT Asuh menandatangani deklarasi bersama. Isi deklarasi tersebut ialah komitmen bersama untuk mengembangkan budaya mutu, melalui fasilitasi dan implementasi SPMI di perguruan tinggi masing-masing. (hms/arc)

 

Foto: Akhmad Rino Cahyadi