Ajak Cinta Unmul, Ini Program Unggulan Presiden-Wakil Presiden Terpilih BEM KM Unmul 2018


Terjawab sudah pertanyaan mengenai siapa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Mulawarman (Unmul) tahun 2018. Mereka adalah Rizaldo (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) dan Muhammad Miftahul Mubarok (Fakultas Kesehatan Masyarakat) yang terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul 2018.

Hal ini dipastikan setelah Komisi Penyelenggaraan Pemilihan Raya (KPPR) menetapkan pasangan tersebut sebagai jawara pada Pemilihan Raya (Pemira) Unmul 2017, Kamis (30/11). Pasangan nomor urut dua ini berhasil unggul dengan perolehan 3.410 suara, sementara lawan tunggalnya, yakni Nurhariyani dan Jusman hanya meraih 1.122 suara.

Mengusung Visi "Satu padu Unmul dalam aksi KITA (Koloborator Cinta untuk Asa Indonesia)", Rizaldo mengaku keberhasilannya tak terlepas dari perjuangan para timses dan relawan. “Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh elemen yang turut berpartisipasi dalam mensukseskan peoses berjalannya pemira hingga selesai,” ucapnya saat diwawancarai.

Saat ditanya mengenai motivasinya mencalonkan diri sebagai Presiden BEM KM, ia mengaku mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak. “Ini salah satu kesempatan bagi saya secara pribadi untuk berkiprah mengambil peran kebaikan dengan cakupan yang lebih luas tentang Unmul, Kaltim dan Indonesia. Tentu bukan hasrat pribadi melainkan dorongan rekan-rekan mahasiswa dan dukungan orang tua,” akunya.

Membawa dan menawarkan gagasan baru, Aldo-Mifta mempunyai beberapa program unggulan. Diantaranya, Olimpiade Mulawarman, KOPI Mulawarman, Prestasi Kita, dan Karya Kita. “Program unggulan yang kami bawa merupakan program reformulasi berdasar evaluasi yang ada. Hal-hal yang belum ada dan pernah terlaksana coba kami lakukan kedepan,” terang mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Unmul ini.

Diakhir wawancara, Aldo mengajak seluruh elemen dan sivitas akademika Unmul untuk terlibat dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada dan membuat perubahan di Unmul. “Karena Unmul bukan milik birokrat saja, bukan milik rektor saja, tapi unmul milik Kita semua. Tumbuhkan rasa cinta kita terhadap unmul, maka ketika ada yang salah darinya, ada yang kurang darinya, kita akan tergerak untuk memperbaikinya,” pungkas Mantan Gubernur FKIP Unmul ini. (hms/rob)